OTT di Nganjuk Dipimpin Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Betulkah?
Peraih gelar doktor yang sempat lolos seleksi awal Capim KPK periode 2019-2023 itu dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan untuk alih status menjadi ASN.
Nahdlatul Ulama/nu.or.id
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan Muktamar ke-34 NU. PBNU memberi peluang kepada pengurus wilayah untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Muktamar.
"Muktamar Ke-34 NU akan diselenggarakan tahun 2020. Melalui Munas NU, PWNU menyampaikan usulan dan menyatakan diri sebagai tuan rumah muktamar," demikian disampaikan Ketua PBNU Robikin Emhas dalam keterangan tertulis, diterima Jumat (6/9/2019).
Penetapan tuan rumah tuan rumah diawali dengan seleksi administrasi terhadap pengurus wilayah yang menyatakan kesanggupan.
"Setelah seleksi administrasi, PBNU melakukan verifikasi. Proses itu dilanjutkan dengan penyampaian dasar, alasan dan pertimbangan mengapa usulan sebagai tuan rumah itu dilakakun," lanjut Robikin.
Adapun paparan dari pengurus wilayah yang menyatakan kesanggupan menjadi tuan rumah disampaikannya secara tertulis, dilanjutkan dengan presentasi di hadapan jajaran Pengurus Besar NU.
Terkait usulan tuan rumah muktamar, PBNU membentuk tim 5 dengan ketua Robikin Emhas serta anggota Aizuddin, Umar Syah, Andi Najmi dan Suwadi D Pranoto.
"Terhadap usulan yang dinilai memenuhi syarat administratif setelah presentasi, proses berikutnya verifikasi faktual yang dilakukan dengan cara survei lapangan," lanjut Robikin.
Adapun pemilihan suatu wilayah layak menjadi tuan rumah perhelatan akbar NU itu dilihat berdasarkan antara lain kinerja pengurus wilayah beserta struktur NU di lingkungan PWNU setempat.
Sedangkan paparan dari tujuh Pengurus Wilayah NU dilakukan secara maraton sejak Rabu (4/9/2019). Selanjutnya, survei lapangan dilakukan pada 10 hingga 12 dan 17 September 2019.
"Seluruh rangkaian proses beserta hasil-hasilnya dilaporkan Tim 5 kepada PBNU dan selanjutnya disampaikan dalam forum Pleno PBNU yang akan berlangsung di Purwakarta Jawa Barat tanggal 20-22 September 2019." papar Robikin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Peraih gelar doktor yang sempat lolos seleksi awal Capim KPK periode 2019-2023 itu dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan untuk alih status menjadi ASN.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.