Cadangan Devisa Stabil, Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Dua orang calon penumpang sedang memasukkan barang bawaannya ke dalam mesin X-ray ATRS di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Selasa (3/9/2019). BISNIS/Rio Sandy Pradana
Harianjogja.com, DENPASAR-- Pengamanan di bandara di Indonesia terus ditingkatkan. Kekinian, PT Angkasa Pura I (Persero) meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan dengan menggunakan X-ray Automated Tray Return System di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menjelaskan X-ray Automated Tray Return System (X-ray ATRS) merupakan sistem pemeriksaan penumpang dan bagasi dengan teknologi pemindaian terkini yang berada pada area pemeriksaan (screening check point/SCP) di terminal keberangkatan internasional.
Alat tersebut mampu meningkatkan jaminan keamanan, meningkatkan keakuratan, dan menurunkan stress akibat waktu antrean. Selain itu, juga dapat mempercepat proses pemeriksaan barang dan calon penumpang.
"Jika x-ray konvensional rata-rata hanya mampu memeriksa 155 tray/jam dengan maksimal barang yang mampu diperiksa saat peak hour mencapai 235 tray, x-ray ATRS ini mampu memeriksa rata-rata hingga 285 tray per jam dengan kemampuan maksimum mencapai 410 tray/jam," katanya, Selasa (3/9/2019).
Dari hasil data sampling yang diambil sebanyak 12 kali pada sore dan malam hari (jam sibuk operasional), dia menjelaskan didapatkan efisiensi sebesar 383 persen dibandingkan dengan tanpa menggunakan fasilitas ATRS.
Fasilitas ini dapat menghemat waktu proses screening di SCP 2 sebanyak 3,83 kali lebih cepat dibandingkan dengan alat konvensional.
Bagi maskapai, imbuhnya, x-ray ATRS ini juga memberikan beberapa keuntungan seperti meningkatkan kemampuan maskapai dalam menyelesaikan masalah penundaan penerbangan, meningkatkan tingkat ketepatan waktu keberangkatan dengan mengurangi antrean menumpuk di SCP 2, dan menghindari kerugian akibat delay yang disebabkan faktor proses pemeriksaan.
X-ray ATRS dilengkapi dengan perangkat pemantau isi bagasi smartview, explosive trace detector, dan body scanner.
Smartview berguna untuk memantau hasil pemindaian bagasi dilengkapi dengan 10 work station dan security-efficiency management system (SEMS).
Menurutnya, dengan kemampuan teknologi untuk mengidentifikasi barang yang berpotensi membahayakan lebih cepat dan akurat, serta pemisahan jalur bagasi yang diduga berbahaya, maka proses pemeriksaan jadi lebih cepat tanpa menyisakan antrean panjang.
“Beberapa fasilitas baru ini akan mempercepat proses pemeriksaan, baik barang, penumpang, boarding pass, dan paspor untuk keperluan imigrasi, sehingga berdampak pada bertambahnya tingkat kenyamanan calon penumpang ketika melakukan proses pemeriksaan di bandara," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.