Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Ilustrasi lambang Pancasila./Antara
Harianjogja.com, SUMATERA UTARA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berencana akan mengembalikan mata pelajaran mengenai pendidikan Pancasila ke dalam kurikulim pendidikan di Indonesia.
"Kami akan memasukkan kembali pendidikan Pancasila mulai dari pendidikan usia dini (Paud) sampai dengan perguruan tinggi, " ujar Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Lia Kian di Kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tarutung, Sumatera Utara, Selasa (27/8/2019).
Hal tersebut dikatakan Lia ketika berdialog dengan Pimpinan Pusat HKBP Ompui Ephorus Darwin Lumbantobing beserta jajarannya.
Menurut Lia mata pelajaran serta mata kuliah pendidikan Pancasila harus kembali diterapkan, namun dengan silabus yang lebih menyesuaikan dengan minat peserta didik.
"Silabus bisa lebih \'kekinian\', tapi tidak boleh menghilangkan substansi dari Pancasila itu sendiri," ujar Lia.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, BPIP telah bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama untuk menyiapkan bahan ajar.
Pada kesempatan yang sama Direktur Hubungan Antara Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar mengatakan rencana tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena tidak mudah menambah mata pelajaran baru di dalam kurikulum pendidikan.
Elfrida mengatakan pada saat ini bahan ajar dan rencana kurikulum sedang dalam proses pengkajian, untuk menemukan metode ajar yang tepat dan efektif.
"Tidak bisa seketika langsung jadi (kurikulum), karena kami menginginkan metode yang tepat sehingga mudah dipahami dan diserap oleh peserta didik, Sehingga Pancasila dapat dihayati dan diamalkan oleh generasi penerus bangsa ini," kata Elfrida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.