Cidro Asmoro Tayang 8 Oktober di Bioskop, Dibintangi Ndarboy hingga Jodilee Warwick
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Ilustrasi Pancasila/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA -Pengertian Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia dijelaskan secara sederhana agar mudah dipahami dan diamalkan masyarakat pada umumnya. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono di Jogja.
"Bahwa untuk kepentingan praktis dan masyarakat pada umumnya itu seyogyanya memang Pancasila perlu disampaikan secara sederhana," kata Hariyono ditemui disela Konggres Pancasila XI di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/8/2019).
Hariyono sendiri menjadi salah satu dari beberapa pembicara dalam diskusi panel dengan tema \'Dinamika Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Dalam Mempertahankan Identitas Nasional\' pada Konggres Pancasila XI yang diselenggarakan UGM pada 15 dan 16 Agustus 2019.
"Kami pun di BPIP juga sudah sedang membuat konsep-konsep itu dan bahkan mempraktikkan yang salah satu diantaranya untuk pengembangan Pancasila itu langsung praktik riil tidak usah ngomong teori," katanya.
Meski demikian, kata dia, pada saat yang bersamaan ketika berbicara mengenai aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan berbangsa di kampus-kampus maupun perguruan tinggi di negara ini tetap tidak melupakan teori.
"Dua-duanya (teori dan praktik) penting, karena tidak ada peradaban yang bisa maju kalau tidak berbasis pada teori itu. Dan kelemahan kita selama ini orang Pancasila dalam menjelaskan kepada publik itu terlalu filosofis, sehingga masyarakat umum justru nggak ngerti Pancasila," katanya.
Tetapi, lanjut dia, kalau menjelaskan tentang Pancasila di kampus memang butuh teori, sehingga yang ditekankan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembukaan Kongres tersebut bahwa untuk masyarakat umum supaya Pancasila dijelaskan dengan cara-cara yang mudah dimengerti rakyat.
"Dan apa yang dikatakan oleh Pak Jusuf Kalla itu pernah disampaikan oleh Bung Karno ketika Bung Karno membaca tulisannya Profesor Doktor Notonegoro yang banyak isitilah filsafat yang susah dimengerti oleh rakyat, cuma kalau di kampus perlu landasan filsafat, sehingga dua-duanya penting," katanya.
Hariyono juga mengatakan, dan apa yang disampaikan Prof Amin Abdulah dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang saintifikasi atau pembelajaran dengan pendekatan itu penting untuk membangun etos dan logos, akan tetapi menurutnya mitos juga diperlukan.
"Karena untuk masyarakat umum atau awam itu perlu mitos bahwa negara jaya seperti apa, ini yang kita ingin mencoba bagaimana Pancasila itu bisa dikaji dan dikembangkan sesuai dengan konteks komunikasi masing-masing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Ijazah asli diminta perusahaan saat melamar kerja? Simak aturan Kemnaker tentang penahanan ijazah dan dokumen pribadi pekerja.
Banjir Thailand menewaskan 19 orang dan berdampak pada 700.000 warga Bangkok. Pemerintah menargetkan genangan surut dalam 2-3 hari.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.