Fortani 26 Bentuk Konsolidasi Gerakan, Ini 6 Tuntutan di Hari Tani 24 September
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Ilustrasi gempa bumi/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Gempa bumi berkekuatan 3,8 skala richter mengguncang Kota Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Sabtu (28/7/2019) malam, dan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya mengumumkan bahwa gempa itu terjadi pada pukul 20.50 WIB dengan pusat gempa berada di laut sejauh 18 kilometer sebelah selatan Kota Labuha.
Koordinat pusat gempa ada di titik 0,79 Lintang Selatan dan 127,55 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman pusat gempa sejauh 10 km.
Ini merupakan gempa kedua di Labuha pada Sabtu (28/7/2019), setelah pada pukul 18.14 WIB terjadi guncangan bermagnitudo 3,9 SR.
Koordinat pusat gempa pertama ada di titik 0,79 Lintang Selatan dan 127,57 Bujur Timur (BT). Namun pusat gempa pertama ini terjadi di darat sejauh 17 km sebelah tenggara Kota Labuha dengan kedalaman 10 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Pemerintah mematangkan penerapan Zero ODOL 2027 melalui ETLE HUB, penguatan regulasi, serta kesiapan sarana dan prasarana.
Kemenag Kulonprogo menggelar pelatihan Juleha berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan penyembelihan sesuai syariat Islam.
Tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Kronggahan ditargetkan rampung Oktober 2026, termasuk Ramp On dan Ramp Off yang terhubung ke Jogja-Bawen.
Kepala BNNP DIY mengingatkan 524 siswa SMKN 1 Ponjong mewaspadai modus peredaran narkotika melalui vape dan titipan barang saat pemagangan luar negeri.
Kemenhub mengalokasikan Rp10,90 triliun untuk keselamatan transportasi dari pagu anggaran 2027 sebesar Rp32,93 triliun.