OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Jokowi dan Jan Ethes. /suara.com
Harianjogja.com, SOLO- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghabiskan malam mingguan bersama keluarga besarnya malam di Mal Solo Paragon, Sabtu (27/7/2019) malam.
Berdasarkan pantauan, Jokowi ditemani oleh istrinya Iriana Joko Widodo, putra pertama Gibran Rakabuming Raka yang juga mengajak sang istri Selvi Ananda dan anak mereka Jan Ethes Srinarendra.
Rombongan tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB. Salah satu tempat yang mereka datangi yaitu pusat permainan Happy Time. Setelah beberapa menit di tempat tersebut, Jokowi yang terlihat menggendong Ethes berjalan menuju toko perlengkapan anak Kidz Station.
Selama berjalan-jalan, Jokowi yang mengenakan jaket model bomber dengan perpaduan warna cokelat tua dan cokelat muda serta celana panjang hitam terlihat ramah dan bersabar melayani permintaan foto bersama oleh pengunjung lain.
Ia juga tampak bersalaman dengan para pengunjung selama berjalan-jalan tersebut.
Kepada awak media, Jokowi sempat menyapa.
"Ini \'nganter\' cucu cari mainan," katanya.
Sementara itu, sebelumnya Jokowi tiba di Solo sekitar pukul 15.00 WIB. Mengenai kepulangannya tersebut, Jokowi mengaku tidak ada tujuan khusus.
"Tidak ada acara," katanya sambil tertawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.