Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam 1 Gram Rp2,766 Juta
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7/2019)./Antara-Fauzi Lamboka.
Harianjogja.com, KUPANG- Politikus Partai Nasdem Surya Paloh disebut telah berkali-kali melakukan manuver politik terkait pencapresan maupuan pemilihan gubernur.
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang, mengatakan, manuver politik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik kepada calon presiden.
"Bagi saya, manuver politik Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik, sebelum partai lain memberi dukungan. Nasdem selalu mengawalinya," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Jumat (26/7/2019).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan wacana yang dibangun oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, yang akan mendukung Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai calon presiden tahun 2024-2029.
Menurut Ahmad Atang, Surya Paloh mempunyai kalkulasi politik yang matang dan bukan tanpa alasan.
"Melihat dinamika ke depan, Anies Baswedan merupakan salah satu figur yang patut diperhitungkan untuk bersaing dengan figur lain, maka Nasdem menawarkan kendaraan buat Anis," ujarnya.
"Dan bagi saya, manuver politik Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik," ucapnya, menjelaskan.
Sebut saja dukungan Nasdem kepada Joko Widodo menjadi Capres 2014, dukungan Nasdem terhadap Ahok sebagai Gubernur DKI dilakukan oleh Surya Paloh.
Namun, di tengah soliditas partai koalisi 01, setelah mengantarkan Jokowi menang pilpres sehingga koalisi jangka panjang menuju 2024 masih diharapkan format yang sama, maka manuver Surya Paloh dapat dilihat sebagai bola salju yang terus menggelinding yang bisa saja mengancam soliditas koalisi atau justru menguntungkan.
Sungguh pun begitu, partai besar seperti PDIP, Golkar dan PKB belum tentu seirama dengan Nasdem untuk mengusung Anies.
"Walaupun saat ini belum muncul figur dari partai tersebut di atas tidak berarti bahwa tawaran Nasdem akan mulus karena partai besar tidak mau didikte oleh Nasdem soal penetapan capres," tegasnya.
Suatu hal yang pasti menurut Ahmad Atang bahwa PDIP sebagai pemenang pemilu masih cukup kuat untuk menentukan poros politik pilpres mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
PBNU menetapkan 557 pemilik hak suara dalam DPT Muktamar Ke-35 NU. Sebanyak 590 peserta diverifikasi untuk mengikuti muktamar di Jombang.
BI menyebut Kartu Kredit Indonesia atau KKI menjadi alternatif pembayaran digital dengan fasilitas penundaan pembayaran sesuai jatuh tempo.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis