Backlog Tinggi, Bisnis Rumah Tapak Diprediksi Moncer
Tingginya backlog yang diperkirakan mencapai 11,4 juta unit membuat pasar properti hunian di Indonesia masih sangat potensial.Permintaan rumah tapak masih jadi pilihan bagi pencari hunian.
Harianjogja.com, JAKARTA — Indonesia Property Watch menilai penjualan perumahan primer Jabodetabek dan Banten mengalami penurunan sebanyak 15,50% secara tahunan per kuartal kedua 2019.
Berdasarkan data Indonesia Property Watch, penjualan rumah dengan segmen harga di bawah Rp150 juta meroket sebesar 61,60% secara tahunan.
Sementara itu, rumah di segmen Rp150 juta—Rp300 juta anjlok 78,40 persen. Kemudian, penjualan rumah pada segmen Rp301 juta hingga Rp500 juta naik tipis 2,50 persen, sedangkan rumah pada segmen di atas Rp500 juta hingga Rp1 miliar tumbuh 9,80 persen.
Adapun, harga rumah tapak bersegmen Rp1 miliar hingga Rp2 miliat meroket 77,20 persen dan rumah dengan harga Rp2 miliar ke atas mengalami penurunan 13,30 persen sehingga secara tahunan, penjualan perumahan primer di wilayah Jabodetabek dan Banten mengalami penurunan sebanyak 15,50 persen.
Serapan pasar tertinggi pada kuartal pertama 2019 paling banyak di wilayah Tangerang, Banten sebanyak 59,76 persen, disusul Bekasi 21,02 persen, Bogor 16,41 persen, dan Jakarta 2,81 persen.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyebutkan bahwa nilai penjualan rumah tapak terbesar diungguli oleh wilayah Tangerang dan Banten sebanyak 43,72 persen, Bekasi 21,83 persen, dan Bogor 19,45 persen, dan Jakarta 6,39 persen.
"Penurunan tertinggi penjualan rumah pada kuartal kedua 2019 terjadi di segmen harga Rp150 juta hingga Rp300 jutaan, sedangkan pertumbuhan [harga] tertinggi terjadi di segmen harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar," tuturnya pada Bisnis, Kamis (25/7/2019).
Perincian harga yang paling diminati yakni untuk wilayah Bekasi berada di kisaran harga Rp602 juta, Bogor Rp526 juta, Cilegon Rp254 juta, Depok Rp737 juta, Jakarta 1,97 miliar, Serang-Tangerang Rp368 juta, serta Banten Rp441 juta.
Adapun, serapan pasar di bawah 150 juta telah diserap sebanyak 29,88 persen, harga rumah Rp150 juta hingga Rp300 juta 10,06 persen, serta harga rumah kisaran Rp301 juta—Rp500 juta sekitar 21,76 persen. Selain itu, harga rumah sekitar Rp501 juta hingga Rp1 miliar sebanyak 26,33 persen, Rp1 miliar—Rp2 miliar sebanyak 9,66 persen, dan di atas Rp2miliar sebanyak 2 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tingginya backlog yang diperkirakan mencapai 11,4 juta unit membuat pasar properti hunian di Indonesia masih sangat potensial.Permintaan rumah tapak masih jadi pilihan bagi pencari hunian.
Manchester City punya rekor impresif di Wembley jelang final Piala FA 2025/2026 melawan Chelsea. Guardiola catat 15 kemenangan dari 23 laga.
Kebiasaan pagi sederhana seperti minum air putih dan menunda kopi ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Virgoun dan Lindi Fitriyana dikaruniai anak laki-laki bernama Perfexio Muthmain Virgoun pada 14 Mei 2026.
Wuling Binguo Pro tembus 30.000 pesanan sebelum resmi meluncur. Harga murah dan fast charging jadi daya tarik utama.