Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). Turut dalam pertemuan itu anak Megawati Prananda Prabowo dan Puan Maharani, Politikus PDIP Pramono Anung, Budi Gunawan, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan Ketua DPP Gerindra Edhy Prabowo. / Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA- Pertemuan dua tokoh nasional Prbowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri berlangsung akrab.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merasa tersanjung telah dijamu di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). Prabowo mengakui, dalam perjamuan, sampai meminta nambah makan nasi goreng.
Prabowo mengucapkan terima kasih sudah diterima oleh Megawati, yang notabene adalah lawan politiknya pada dua kontestasi Pilpres 2014 dan 2019.
Meski begitu, keduanya adalah kawan lama dan sempat berduet saat Pilpres 2009. Prabowo bahkan menyebut pertemuan ini seperti persamuhan keluarga.
"Sebetulnya sudah lama kedatangan saya sebagai, sowan kekeluargaan karena saya merasa dari dulu dekat dengan ibu Mega dan keluarganya," kata Prabowo seusai pertemuan di Kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).
Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Prabowo mengaku sempat menambah makan nasi goreng buatan Megawati.
"Tadi Ibu Mega memenuhi janjinya, memasak nasi goreng untuk kami, luar biasa nasi gorengnya saya sampai nambah," jelasnya.
Akibatnya, Prabowo ditegur oleh Megawati karena dianggap sudah terlalu gendut.
"Padahal beliau mengingatkan saya sudah terlalu gemuk," terangnya sambil tertawa.
Pertemuan ini menjadi momen kedua Prabowo mendatangani lawan politiknya setelah sebelumnya bertemu dengan presiden terpilih Joko Widodo di Stasiun MRT - Mal FX Senayan pada Sabtu (23/6/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.