Jokowi-Ma'ruf Terima Ucapan Selamat di Sidang Tahunan MPR RI
Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi mendapat ucapan selamat dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2019.
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019)./ANTARA-Reno Esnir
Harianjogja.com, JAKARTA--Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai pindahnya lokasi tahanan terpidana kasus korupsi pengadaan KTP-el Setya Novanto dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur ke Sukamiskin dianggap menjadi bukti tak adanya keseriusan revolusi mental di Lapas.
Dia menyebut seharusnya ada tindakan tegas yang diberikan kepada pemberi izin pindahnya lokasi penahanan Novanto dari Gunung Sindur ke Sukamiskin.
“Karena kalau dikembalikan lagi, nanti keluar lagi karena ada yang mengeluarkan. Revolusi mentalnya enggak jalan di lapas. Saya pikir ini bukan kasus pertama tapi kasus berulang. Tapi responsnya tak respons struktural, namun kasuistis,” kata Donal di kantornya, Rabu (17/7/2019).
Menurut Donal, peristiwa seperti berpindahnya lokasi penahanan Novanto bisa saja terulang. Reformasi kelembagaan secara struktural disebut harus terjadi agar peristiwa ini tak terulang lagi.
ICW melihat kasus yang melibatkan Novanto di Lapas merupakan kasus yang kompleks. Dia menyebut, selama kasus keluar-masuk tahanan tak dianggap serius, maka hal ini akan berulang.
Dia menyebut, harusnya pihak Lapas dan Kemenkumham belajar dari kasus Fahmi Darmawansyah yang menyuap Kepala Lapas Sukamiskin pada 2018.
“Saya jamin ini bakal terulang lagi kalau reformasi lembaga secara struktural tak dilakukan,” ujarnya.
Donal juga menganggap alasan pemindahan Novanto dari Lapas Gunung Sindur ke Sukamiskin tak masuk akal. Sebagai catatan, Novanto kembali ke Lapas Sukamiskin karena mendapat predikat ‘berkelakuan baik.’
“Terlalu prematur kalau dibilang Novanto sudah berkelakuan baik. Harusnya didalami lagi supaya tak ada kejadian berulang,” katanya.
Novanto sempat ditempatkan di Lapas Gunung Sindur pasca ketahuan berkeliaran keluar lapas selama masa tahanan. Kepala Divisi Humas Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris menyebut, ada 3 alasan mengapa Novanto dikembalikan ke Sukamiskin.
Pertama, Novanto disebut sudah berkelakuan baik selama di Gunung Sindur. Kedua tingkat keamanan sudah medium security.
“Kemudian ketiga mempertimbangkan faktor kesehatan yang bersangkutan,” kata Aris saat dihubungi.
Disinggung mengenai tingkat keamanan di Gunung Sindur, Aris enggan menyebutkan. Namun, dia memastikan pengamanan Gunung Sindur lebih ketat dibandingkan Lapas lainnya.
“Kalau pengamanan Gunung Sindur itu termasuk bersifat secret [rahasia]. Artinya lain dari pada yang lain, lebih ketat, super maksimum,” kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Joko Widodo-Ma'ruf Amin resmi mendapat ucapan selamat dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2019.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.