Warga Klaten Tempuh 5 Jam ke Rumah Indonesia Dukung Atlet
Afriana, warga Klaten yang bekerja di Jepang, rela menempuh perjalanan lima jam untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Ilustrasi jalur Tol Trans Jawa, Minggu (2/6/2019)./Antara-Harviyan Perdana Putra
Harianjogja.com, KLATEN – Penetapan lokasi Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen diharapkan selesai Oktober tahun ini agar proyek tersebut bisa dimulai tahun depan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen, Wijayanto, mengatakan trase jalan tol sudah final setelah ada penetapan lokasi (penlok). Soal kemungkinan trase berubah terkait usulan perubahan rute yang berdekatan dengan umbul di Klaten, Wijayanto mengatakan kemungkinan tersebut tergantung dari aturan yang tidak membolehkan.
“Yang jelas ada beberapa hal yang perlu kami tampung dulu dan keputusan akhir ada di Kementerian PUPR,” kata dia, Senin (15/7/2019)
Wijayanto menjelaskan tahapan proyek jalan tol Solo-Jogja sudah dimulai. Dokumen perencanaan proyek tersebut sudah disampaikan ke gubernur serta bupati. “Tinggal menunggu kapan diundang untuk ekspose dengan gubernur dan kami mengajukan permohonan untuk penlok,” ujar dia.
Wijayanto mengatakan konsorsium pelaksana proyek tol Jogja-Solo berharap penlok bisa rampung pada Oktober mendatang. “Sehingga tahun depan [2020] harapannya sudah berlari untuk pengadaan,” ucap dia.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) masih menunggu desain proyek Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR). Pemprov Jateng menyatakan rute dua tol tersebut masih bisa berubah.
“Yang penting persetujuan prinsip sudah oke. Tinggal mencari penlok [penetapan lokasi] dengan desain yang sudah disiapkan. Saya sudah laporkan langsung ke presiden dan bicara dengan menteri. Ada dua yang akan dikerjakan yakni Bawen-Jogja dan Solo-Jogja,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat ditemui wartawan di Lapangan Marangan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kamis (11/7/2019).
Desain jalan tol saat ini masih digarap Kemen PUPR. Setelah desain rampung, Pemprov Jateng segera menyelesaikan penlok. Keberadaan jalan tol diharapkan menghidupkan kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) terutama ekonomi kreatif serta pariwisata.
“Ini yang kemarin kami mohonkan ke Pusat untuk membantu pengembangan Jateng khususnya wilayah Borobudur raya,” kata dia.
Ganjar mengatakan perubahan rute masih memungkinkan berubah sebelum ada penlok. Menurut dia, potensi penolakan warga yang terdampak jalan tol menjadi hal wajar. Dia menjelaskan perlu sosialisasi ke masyraakat agar tak ada pemaksaan untuk memuluskan rencana proyek jalan tol.
“Dan masyarakat mengerti akan kepentingan umum yang lebih banyak. Secara individu boleh menolak. Tetapi kalau kepentingan umum lebih banyak harus mengalah dengan cara apa? Kalau ngalah tok ya tidak boleh. Maka ada ganti. Gantinya apa? Dulu namanya ganti rugi mungkin sekarang namanya ganti untung. Tetapi harus ada tim appraisal independen yang bisa memberikan kisaran penggantian,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Afriana, warga Klaten yang bekerja di Jepang, rela menempuh perjalanan lima jam untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kemendikdasmen merevitalisasi 1.277 SMK pada 2026, terdiri atas 553 sekolah negeri dan 724 swasta untuk memperkuat pembelajaran vokasi.
Sejumlah Pengurus Kapanewon Golkar Gunungkidul meminta musda digelar demokratis sesuai AD/ART dan menolak penunjukan Plt.
PSIM Jogja kalah 1-2 dari Dewa United pada pekan ke-9 Super League 2026/2027. Gol injury time tim tamu sempat diprotes pemain tuan rumah.
Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI AD dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Seruyan.
Sebanyak 51 pelajar mengikuti Kejurkab Panjat Tebing Kulonprogo 2026. FPTI berharap dukungan fasilitas latihan untuk mengejar target tiga medali PORDA DIY 2027.