Go Ahead Eagles Kalahkan Telstar 3-2, Dean James Bermain 63 Menit
Dean James membantu Go Ahead Eagles menang 3-2 atas Telstar pada pekan ke-10 Liga Belanda setelah tampil sebagai bek kiri selama 63 menit.
Ilustrasi Raja Ampat/Ist-Traveloka
Harianjogja.com, PAPUA BARAT--Perahu mesin di perairan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, dilaporkan hilang, Jumat (12/7/2019). Perahu tersebut berpenumpang 15 orang.
Kepala Kantor Basarnas Sorong, Sunarto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan perahu mesin bermuatan 15 orang yang hilang kontak di perairan Raja Ampat dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Dia menjelaskan bahwa long boat tersebut dikabarkan berangkat dari Sorong menuju kampung Miner Raja Ampat sejak Jumat, pukul 08.00 WIT.
Menurut dia, perahu tersebut seharusnya siang tadi sudah tiba di kampung Miner Raja Ampat, namun hingga sore hari tidak kunjung datang.
"Kami menerima laporan dari masyarakat setempat bahwa hingga pukul 18.00 WIT belum juga tiba di kampung Miner dan penumpang tidak dapat dihubungi," ujarnya.
Setelah menerima laporan, lanjut dia, tim SAR Raja Ampat langsung diberangkatkan pada pukul 18.25 WIT menggunakan kapal RP-415 Raja Ampat guna melakukan pencarian.
"Hingga saat ini tim SAR sedang melakukan pencarian menelusuri jalur-jalur yang biasa dilalui perahu mesin dari Sorong menuju Raja Ampat," tambah dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Dean James membantu Go Ahead Eagles menang 3-2 atas Telstar pada pekan ke-10 Liga Belanda setelah tampil sebagai bek kiri selama 63 menit.
Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi bisa muncul beberapa bulan setelah lahir. Kenali tanda yang perlu diwaspadai dan pentingnya skrining.
Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital pada akhir 2026. Pendaftaran bukan jaminan otomatis menerima bansos.
Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyoroti kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Jogja mulai diguyur hujan pada 24 Oktober 2026. BMKG menyebut hujan dipengaruhi faktor lokal dan mengingatkan potensi cuaca ekstrem.
BPOM menerbitkan 144.863 izin edar pangan olahan pada 2024–2026 serta memeriksa 198 SPPG untuk mendukung keamanan pangan program MBG.