Motif dan Bukti Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Segera Dibeberkan ke Publik

Penyidik KPK Novel Baswedan saat ikut peringatan 500 penyiraman wajah Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018). - Suara.com/Welly
12 Juli 2019 20:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Tak lama lagi publik akan mengetahui hasil investigasi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan sudah selesai melakukan investigasi. Tim bentukan Polri itu akan segera membeberkan hasilnya ke publik pekan depan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan salah satu temuan baru yang didapat dalam investigasi tersebut adalah motif penyiraman air keras tersebut.

"(Temuan baru TGPF) berkaitan dengan barang bukti dan motif," kata Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Seluruh temuan itu akan dibuka ke publik sepekan setelah pertemuan TGPF dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Selasa 9 Juli 2019 lalu.

"Saya belum tahu secara detail. Nanti, kan minggu depan ada konpers bersama dari tim pakar, tim Bareskrim, maupun dari Humas, saya dengan Kadiv," terangnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu memastikan hasil investigasi itu merupakan tugas akhir dari TGPF yang dibentuk Polri, setelah itu proses dilanjutkan ke penyidik.

"Tim gabungan sudah selesai. Nanti langsung diambil alih penyidik," tutup Dedi.

Diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun hingga kekinian polisi belum bisa mengungkap pelaku yang telah merusak mata kiri Novel akibat tersiram air keras.

Sumber : Suara.com