Harus Naik-Turun KA di Solo, Warga Berharap Stasiun Delanggu Klaten Diaktifkan Lagi

Pesepeda melintas di depan Stasiun Delanggu, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kamis (25/10 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
08 November 2018 09:37 WIB Cahyadi Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, KLATEN — Warga berharap Stasiun Delanggu, Klaten aktif kembali untuk melayani naik dan turun penumpang. Hal itu mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan angkutan kereta api saat bepergian.

Camat Delanggu, Sri Wahyuni, mengatakan banyak warga menemuinya menyampaikan keinginan agar Stasiun Delanggu bisa kembali dibuka untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Selama ini, warga Delanggu harus ke Solo terlebih dahulu, untuk bisa naik ke Jogja atau ke kota lain. Saat pulang, warga juga harus turun di Solo lalu melanjutkan perjalanan ke Delanggu dengan naik bus.

“Sebetulnya banyak warga Delanggu ini yang suka naik kereta api. Tapi harus ke Solo dulu. Saat pulang juga harus turun di Solo. Kalau bisa naik dan turun diun Delanggu kan lebih enak,” harap dia, saat menyampaikan sambutan dalam pembagian 50 kaca mata gratis dari PT KAI (Persero) Indonesia kepada siswa-siswi SD di Kecamatan Delanggu, Selasa (23/10/2018).

Ia menilai dengan aktifnya Stasiun Delanggu untuk melayani penumpang, bisa meningkatkan dinamika ekonomi di kawasan Delanggu. Hal itu juga memudahkan masyarakat Delanggu dan sekitarnya mengakses layanan kereta api. “Kalau bisa digunakan naik-turun penumpang, bagaimana syaratnya? Kami mohon petunjuk PT KAI. Kami siap memenuhi semua persyaratan itu demi pelayanan kepada masyarakat,” tutur Wahyuni.

Camat Wonosari, Pandiyanto, mengatakan hal serupa. Selama ini, warga Wonosari lebih sering naik bus untuk bepergian karena akses lebih mudah ketimbang kereta api. Untuk naik kereta api, warga harus pergi ke Solo dari pada ke Stasiun Klaten karena jaraknya lebih dekat. “Kalau mau naik kereta harus ke Solo dulu. Kalau Stasiun Delanggu dipakai lagi untuk menaikturunkan penumpang, ini akan menarik calon penumpang dari Wonosari bahkan dari Polanharjo dan Tulung untuk bisa mengakses layanan kereta api,” terang dia.

Manajer Humas Daop 6 PT KAI (Persero) Indonesia, Eko Budiyanto, menyatakan Stasiun Delanggu sempat ditunda untuk layanan menaikturunkan penumpang lantaran banyaknya pedagang asongan dan tak terkendali di dalam stasiun pada 2012. Manajemen lantas memindahkan penumpang ke stasiun terdekat seperti Solo dan Klaten. “Setelah dilakukan penataan, kondisi stasiun sekarang lebih nyaman untuk melayani penumpang,” ujar dia.

Ia menambahkan penggunaan kembali Stasiun Delanggu untuk menaikturunkan penumpang merupakan hal wajar. Ia menyatakan Daop 6 siap membuka kembali stasiun untuk melayani penumpang baik kereta jarak jauh maupn jarak dekat. Namun, manajemen perlu melihat dulu bagaimana kondisi pangsa pasar. “Kalau ada potensi penumpang, Daop 6 siap membuka kembali. Ini sebetulnya potensial,” imbuh Eko. 

Sumber : Solopos.com