Advertisement
Rumah Masih Terendam Banjir, 12 KK di Aceh Selatan Masih Mengungsi
Sejumlah warga berjalan menembus banjir yang melanda Desa Pasi Leuhan, di Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (10/10). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir di Provinsi Aceh mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tamiang, Bireun, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya. - ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Advertisement
Harianjogja.com, BANDA ACEH-Sebanyak 12 kepala keluarga masih berada di pengungsian akibat banjir merendam rumah mereka di Kabupaten Aceh Selatan. Hal tersebut diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Aceh.
"Gampong [Desa] Teungoh di Trumon Tengah ada enam keluarga mengungsi di balai serba guna, dan Gampong Lhokbengkuang di Tapaktuan terdapat enam keluarga dengan 17 jiwa mengungsi ke pos pemadam kebakaran setempat," kata Kepala BPBD Aceh Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Rabu (17/10/2018).
Advertisement
Ia mengatakan, 12 kepala keluarga tersebut merupakan bagian dari total 63 desa di 11 kecamatan dengan korban terdampak 3.587 keluarga atau 12.591 orang akibat hujan ekstrem mengguyur wilayah itu.
Kecamatan di Aceh Selatan yang dilanda banjir, yakni Trumon Tengah, Kota Bahagia, Kluet Tengah, Pasie Raja, Tapaktuan, Kluet Timur, Kluet Utara, Kluet Selatan, Samadua, Trumon Timur, dan Bakongan.
BACA JUGA
Banjir akibat guyuran hujan terjadi secara terus menerus mengakibatkan di wilayah dataran rendah mengalami genangan air, seperti Gampong Beutong di Kota Bahagia dengan ketinggian sekitar tiga meter.
"Genangan air masih terjadi di Aceh Selatan, seperti Gampong Air Pinang di Tapaktuan selutut orang dewasa," tuturnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyatakan, terjadi hujan ekstrem pada beberapa hari terakhir yang melanda sebagian wilayah di Aceh akibat kehadiran fenomena pusaran Eddy.
Lembaga tersebut mencatat, Senin, (15/10/2018), Aceh Selatan dilanda hujan ekstrem dengan curah, seperti di Pasie Raja 218 milimeter (mm), Labuhan Haji Barat 129 mm, Kluet Utara 274 mm, dan Sawang 125,5 mm.
"Munculnya pusaran Eddy di wilayah pesisir sekitar Aceh. Kalau badai tropis situ di Teluk Benggala sudah punah," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Makanan Anti-Peradangan untuk Pria di Atas 50 Tahun agar Tetap Sehat
- Gol Menit Akhir Adli Antar Bournemouth Taklukkan Liverpool 3-2
- BPKH Pastikan Pembiayaan Haji 2026 Aman Meski Rupiah Melemah
- Viral Percobaan Penculikan Gagal di Sukoharjo Picu Tabrak Lari di Solo
- PSIM vs Persebaya di SSA Minggu Ini, Polres Bantul Perketat Pengamanan
- Banjir Belum Surut, Pemkab Pati Perpanjang Status Darurat Bencana
- Tol Jogja-Solo di Sleman Dikebut, Progres Paket 2.2 Tembus 78 Persen
Advertisement
Advertisement




