Prabowo Dikritik Kalah Rajin Dibanding Sandiaga Uno, Ini Respons Partai Gerindra

Tren elektabilitas Jokowi vs Prabowo berdasarkan 6 hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). - Bisnis/Sutarno
13 Oktober 2018 10:50 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Partai Gerindra memberikan komentar terkait tudingan bahwa Prabowo Subianto tak serius maju sebagai calon presiden.

Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengkritik strategi kampanye Prabowo yang ia nilai terkesan tidak serius.

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," tulis Andi di akun Twitternya (@AndiArief_) pada Jumat (12/10/2018).

Menurut Andi, jika Prabowo ingin memenangkan pemilihan umum, ia harus keluar dari sarang Kertanegara. Waktu 6 bulan dalam politik, lanjut Andi, adalah waktu yang singkat untuk mendulang suara.

"Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya," tambah Andi.

Kritik ini mendapat respon dari Partai Gerindra, pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga. Lewat akun Twitter resmi partai, Gerindra mengucapkan terima kasih atas kritik yang dilayangkan Andi.

"Terimakasih Mas atas saran dan masukannya. Otokritik sangat baik dalam koalisi #AdilMakmur untuk perjuangan memenangkan Pak @prabowo dan Bang @sandiuno," tulis akun  @Gerindra pada Jumat (12/10/2018).

Sejak masa kampanye resmi dimulai 23 September lalu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memang kerap bergerilya ke berbagai lokasi. Sandiaga tercatat telah melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung.

Aksi dominan Sandiaga dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan elektabilitas pasangan nomor urut 02. Survei terbaru SMRC September lalu menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 29,8%.

Sumber : Bisnis.com