TKN Jokowi-Ma'ruf Ingin Larangan Politik di Kampus Ditinjau Kembali

Direktur relawan Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanul Haq (kedua dari kiri)./JIBI - BISNIS/Iim Fathimah Timorria
11 Oktober 2018 18:37 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Aturan pelarangan kegiatan politik di kampus harus ditinjau kembali. Hal itu diungkapkan Direktur relawan Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanul Haq.

Hal itu disampaikannya usai memberi pernyataan perihal pengiriman relawan dan bantuan Crisis Center Jokowi-Ma'ruf Amin untuk korban gempa Palu.

"Ke depannya saya akan meminta DPR untuk melihat kembali posisi kampus dalam dunia politik," kata Maman di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya dijauhkan dari dunia politik. Revisi aturan juga diperlukan agar mahasiswa turut aktif dalam dinamika politik praktis lewat penyaluran ide dan gagasan.

Maman menjelaskan, sumbangsih mahasiswa yang ia maksud bukan dalam konteks ketika mahasiswa dimobilisasi untuk menjadi pendukung aktif suatu kelompok politik. 

"Ide dan gagasan mahasiswa itu nantinya berguna sebagai masukan atau kritik," ucapnya.

Kunjungan calon presiden dan wakil presiden ke instansi pendidikan belakangan menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai aksi kunjungan tersebut sarat muatan politis dan kampanye.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf  berdalih kunjungan ke instansi pendidikan seperti kampus dan pesantren adalah hal yang sah, karena tidak ada unsur kampanye.

Hal ini diamini Maman. Menurutnya, selama tidak ada ajakan memilih dan murni diskusi, kunjungan ke kampus tidak menyalahi aturan.

 

Sumber : Bisnis.com