Ijtima Ulama II Dukung Prabowo Sandi, Mestinya Agama Jangan Dibawa ke Politik

KSP Moeldoko (kiri) bersama Menkes Nila Moeloek. - Okezone
16 September 2018 13:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kepala Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko menanggapi hasil Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) menggelar Ijtimak Ulama II di Hotel Gran Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang mengukuhkan dukungan ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Moeldoko meminta agar kubu yang berkompetisi di Pilpres tidak membawa-bawa agama ke ranah politik. Panglima TNI era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berharap ada pemisahan antara ranah agama dengan segi politik.

"Saran saya jangan agama dibawa ke politik. Karena kalau agama dibawa bawa ke politik, kasihan umat. Mau ke mana nanti kan," kata Moeldoko saat menghadiri acara kampanye nasional pencegahan stunting di Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Moeldoko tidak menampik memang ada hubungan antara agama dan politik. Hanya saja, dia meminta agar agama tidak dipolitisasi ke salah satu pasangan calon presiden, karena akan membingungkan masyarakat.

"Bukan enggak ada hubungannya antara agama dan politik, ada. Cuman jangan agama dibawa ke arah politik yang akhirnya, masyarakat menjadi bingung," terangnya.

"Sudah banyak ya, sudah banyak contoh. Para public figure yang tadinya giat di agama beralih ke politik, akhirnya massanya jadi hilang. Jangan sampai itu terjadi‎," pungkasnya.

Sumber : okezone.com