Bus Tunggal Dara Terbakar di Tol Semarang-Solo, 18 Orang Selamat
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7). /Suara.com-Oke Dwi Atmaja
Harianjogja.com, JAKARTA- Meski Partai Demokrat secara resmi mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, namun tidak demikian dengan sebagian kadernya.
Sejumlah kader Partai Demokrat diketahui memutuskan untuk \'membelot\' mendukung barisan petahana. Padahal, Partai Demokrat sudah memutuskan untuk mengusung bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Beberapa kader Demokrat yang membelot itu seperti Deddy Mizwar (Demiz). Ia bahkan dipilih sebagai juru bicara pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma\'ruf Amin. Selain Deddy, ada juga Gubernur Papua terpilih Lukas Enembe yang sudah terang-terangan menyatakan dukungannya pada Jokowi-Ma\'ruf Amin.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto memahami bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi. Namun menurutnya, keputusan kedua kader Partai Demokrat itu tidak sesuai dengan keputusan partai.
"Apa yang dilakukan Pak Deddy Mizwar adalah tentunya pilihan dari Pak Deddy Mizwar itu sendiri, sehingga ini pun tidak sama dan bertentangan dengan apa yang menjadi pilihan partai politik," kata Agus di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Kamis (30/8/2018).
Agus menegaskan keputusan dua kader tersebut tentu sangat berisiko. Sebab, ia melihat Demiz masih aktif menghadiri beberapa event yang diselenggarakan Partai Demokrat.
"Semuanya pasti ada resiko karena Pak Deddy Mizwar dulu kan naik menjadi calon gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrat. Bahkan saya beberapa kali melihat pada event-event partai Demokrat Pak Deddy Mizwar juga ada, sehingga kan otomatis Pak Deddy Mizwar menjadi kader Demokrat," tutur Wakil Ketua DPR itu.
Namun, Agus enggan membahas soal nasib kedua kader itu di Partai Demokrat. Dirinya menyerahkan seluruh kewenangan kepada Dewan Kehormatan Partai Demokrat.
"Kita lihat saja perjalanannya nanti, dan kewenangan kehormatan partai sehingga mahkamah kehormatan partai tentunya yang paling tepat melaksanakan atau menjawab seluruh permasalahan yang ada ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Bus PO Tunggal Dara terbakar di Tol Semarang-Solo KM 439+800. Sebanyak 15 penumpang dan tiga kru berhasil menyelamatkan diri.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.
Kunjungan wisman ke DIY pada September 2026 turun 12,96% secara bulanan. Low season dan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik menjadi faktor penyebab.
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
Muhammadiyah mendukung langkah Polri memberantas vape mengandung narkoba karena sejalan dengan fatwa haram penggunaan rokok elektrik sejak 2020.