Adi Prayitno Ungkap Modal PPP untuk Bangkit di Pemilu 2029
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Yohanes Andi Gala alias Joni, siswa SMP yang memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali putus. /Suara.com-Erick Tanjung
Harianjogja.com, JAKARTA- Bocah yang viral dengan aksinya memanjat tiang bendera saat upacara HUT Kemerdekaan RI, Yohanes Andi Gala alias Joni, siswa SMP dari Nusa Tenggar Timur (NTT) berkesempatan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (20/8/2018).
Dalam acara silaturahim Presiden dengan Teladan Nasional, Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara itu, Joni berkesempatan menceritakan aksinya memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali putus saat upacara HUT ke-73 RI di Pantai Mota’ain, perbatasan NTT – Timor Leste pada Jumat (17/8/2018) lalu.
Awalnya saat upacara bendera dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan RI itu, Joni mengaku sempat mengalami sakit perut. Lalu sama Ibu gurunya, ia di bawa ke ruangan unit kesehatan (UKS) untuk istirahat.
Dia pun sempat istirahat, rebahan di ruangan UKS. Tiba-tiba Bupati setempat mengumumkan, meminta bantuan kepada siswa yang bisa memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang putus.
Mendengar pengumuman itu, Joni dengan spontan langsung berdiri dari tempat pembaringan untuk memanjat tiang bendera tersebut.
“Saat saya tiduran di ruang UKS, Bapak Bupati bilang, siapa yang bisa manjat tiang bendera. Lalu saya buka sepatu dan langsung berlari [menuju tiang bendera],” kata Joni menceritakan kepada Jokowi.
Jokowi pun bertanya, apakah saat itu Joni yakin bisa naik tiang bendera sampai ke puncaknya. Siswa kelas 1 SMP itu pun menjawab yakin.
“Saya melihat kamu baru setengah tiang? terus berhenti, kenapa?” tanya Presiden.
Joni menjawab, dia berhenti ditengah pendakian tiang bendera tersebut karena lelah. Ia pun berhenti untuk istirahat sejenak.
“Saya berhenti karena capek,” ujar Joni.
Dia mengaku, berani memanjat tiang bendera itu karena sudah biasa memanjat pohon pinang. Namun dia mengakui, tiang bendera yang dipanjat lebih tinggi ketimbang pohon pinang umumnya.
Setiba di puncak tiang bendera, Joni mengaku langsung mengambil tali yang putus tersebut. Tali yang putus itu digigitnya supaya tidak lepas untuk dibawa turun ke bawah.
“Talinya saya ambil, saya gigit. Saya bawa ke bawah sambil gigit tali,” kata dia.
Sekedar informasi, Joni datang ke Istana bersama kedua orang tuanya, Victorino Fahik Marcal (ayah) dan Ibunya Lorensa Kai Ili.
Joni duduk satu meja dengan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Di meja bundar itu juga ada Tarisa Maharani Dewi, tim Paskibraka pembawa baki saat upacara bendera HUT ke-73.
suara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Lebih dari 45.000 siswa Jerman berunjuk rasa di 100 kota memprotes pemeriksaan kesehatan dan kebijakan wajib militer baru.
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
SBY mengenang Guruh Soekarnoputra melalui pameran lukisan dan perbincangan di Istana serta menyoroti sumbangsihnya bagi seni dan Indonesia.
Wamen Ekraf Irene Umar mendorong penguatan QRIS untuk mempermudah pembayaran lintas negara bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.