Kisah Pilu Bocah Jumaidi, Selamat Setelah Dipeluk Ayahnya Melompat dari Pesawat

Jumaidi, Korban Selamat Pesawat Jatuh di Papua - Ist
13 Agustus 2018 14:50 WIB Newswire News Share :

HarianJogja.com, JAYAPURA – Satu korban selamat dalam musibah kecelakaan Pesawat Demonim Air PK – HVQ, di Gunung Menuk, Oksibil, Pegunungan Bintang Papua, Muhammad Jumaidi, 12 akhirnya berhasil dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura, Minggu 12 Agustus 2018. Setelah tiba di RS Bhayangkara Polda Papua, bocah laki-laki itu langsung mendapatkan perawatan intensif.

Kisah selamatnya bocah 12 tahun tersebut pun mendapat perhatian publik, karena dianggap kuat dan bertahan semalam dalam kondisi pesawat yang hancur dan bergelimpangan mayat di sekelilingnya.

Bocah korban selamat tersebut pun bercerita panjang lebar kepada salah seorang perawat yang mendampinginya saat terbang ke Jayapura, kemarin. Bocah itu bercerita bagaimana dirinya bersama seluruh penumpang mengalami kejadian yang mengerikan tersebut.

“Begitu terdengar alarm sebagai tanda jatuhnya pesawat ia [Muhammad Jumaidi] dipeluk ayahnya dan bersama-sama melompat keluar,” ungkap Andreas Tukan, seorang perawat kepada sejumlah wartawan, di RS Bhayangkara Polda Papua, Minggu (12/8/21018).

Sayangnya dalam peristiwa nahas tersebut, ayah Jumaidi tak dapat diselamatkan. Walau Jumaidi juga sempat tak sadarkan diri.

Andreas kembali melanjutkan cerita Jumaidi yang dalam kondisi patah lengan kanan dan cedera ringan lainnya sempat berjalan memasuki bangkai pesawat untuk mencari air minum.

“Dia bilang ke saya saat itu karena haus ia sempat masuk ke dalam bangkai pesawat dan tidur di dalam, mungkin bersama sebagian jenazah penumpang lainnya yang tak selamat,” ujar Andreas.

Menurut Andreas dari kondisi pesawat yang dilihatnya dari Tim SAR kondisi pesawat nampak tak begitu hancur. Bagian depan pesawat saja yang terlihat hancur, sementara bagian tengah dan belakang masih utuh meski ada beberapa kerusakan.

Lanjut Andre dengan melihat kondisi korban selamat ini apalagi korban masih anak-anak, dirinya sangat takjub di mana korban nampak tetap tegar dan nampak stabil, padahal baru saja korban mengalami kejadian yang sangat mengerikan.

“Pesawat jatuh, korban ‘menginap’ di dalam hutan belantara Papua dengan segala risiko yang ada dan ditemani sejumlah mayat yang bergelimpangan,” ungkap Andre.

Selain kondisi yang dialami, kepada perawat tersebut, korban sempat bercerita tentang kondisi adanya dua penumpang lainnya yang awalnya masih sempat hidup, namun akhirnya meninggal dunia pada saat subuh tiba.

“Ia Pak Mantri ada penumpang lain yang hidup tapi meninggal pagi tadi,” kata Andre menirukan perkataan bocah hebat ini.

Saat ini, Jumaidi telah mendapatkan perawatan khusus dari pihak RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura. Kondisi korban menurut dokter setempat dalam kondisi stabil walaupun ada bagian tangan kanan korban yang patah.

“Korban atas nama Jumaidi 12 tahun yah, laki-laki, korban pesawat yang jatuh di Oksibil. Pasien masuk ke rumah sakit dengan hemodinamik stabil. Itu artinya tak ada pendarahan yang mengancam jiwanya,” jelas dr Hery Budiono.

Budiono menambahkan, ada cedera ringan di bagian kepala Jumaidi karena sempat kehilangan kesadaran setelah kejadian itu dan ada patah tulang tertutup di tangan kanan, atau lengan sebelah kanan.

“Pasien walau tak ada pendarahan serius, namun dari pemeriksaan awal kami temukan pasien mengalami cedera kepala ringan, di mana saat kejadian dia [korban] sempat kehilangan kesadaran, jadi itu kita kategorikan itu cedera kepala ringan, kemudian ada patah tulang di lengan kanan. Kami masih melakukan diagnostis dan foto tulang belakangnya karena pasien juga merasa nyeri di daerah tulang belakang, dan ini untuk memastikan lagi ada pendarahan atau tidak,” urai Budiono.

Meski belum dapat menyimpulkan kesehatan Jumaidi secara keseluruhan, namun secara umum korban dalam kondisi stabil. “Kami harus foto dulu untuk memastikan tidak ada patah tulang panggul, dan kami masih merawat lukanya pada bagian paha sebelah kanan kami USG semuanya dulu, nanti kami infokan, itinya kondisi korban seluruhnya stabil,” pungkas Budiono.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan berhasil tiba di lokasi jatuhnya pesawat pada pukul 09.20 WIT, pada Minggu 12 Agustus 2018. Kemudian, pukul 10.15 WIT, anggota Basarnas di TKP melaporkan bahwa M Jumaidi penumpang pesawat tersebut dinyatakan selamat dan telah dievakuasi oleh masyarakat ke posko Aju Kampung Okatem Distrik Serambakon, selanjutnya dievakuasi ke Posko SAR Kota Oksibil.

Jumaidi kemudian dievakuasi dari Oksibil ke Sentani, Jayapura dengan menggunakan pesawat Dimonim Air PK HVC. Sementara 8 Jenazah hingga sore dikabarkan masih berada di RSUD Oksibil. Sedangkan, 2 jenazah yakni pilot dan kopilot akan diterbangkan ke Sentani dengan menggunakan Pesawat Dimonim pada Senin (13/8/2018).

Sumber : Okezone