Olah Kelapa Jadi Sembilan Produk, Mahasiswa UMBY Raih Prestasi
Tim PPK Ormawa HIMATA UMBY meraih Video Paling Persuasif Terbaik 4 di Abdidaya Ormawa 2026 lewat program diversifikasi produk kelapa.
Sapi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengkaji rencana impor sekitar 100.000 ekor sapi pada 2027 untuk mendukung target swasembada susu. Penambahan populasi ternak tersebut direncanakan menjadi tahap awal dari upaya pemerintah memperkuat produksi susu dalam negeri.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengatakan rencana impor tersebut masih dalam tahap penyusunan konsep. Karena itu, jumlah maupun waktu pelaksanaannya belum menjadi keputusan final pemerintah.
"Kita nanti tahun 2027, Insya Allah ya, ini masih konsep dari Kementerian Pertanian, tapi ini juga perintah dari Bapak Presiden, kita mungkin akan impor sapi dulu, ya. Sapi (sebanyak) 100.000 ekor," kata Saleh seusai menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta, Sabtu.
Saleh menyebut pengadaan 100.000 ekor sapi tersebut merupakan rencana tahap awal. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan penambahan ternak hingga mencapai satu juta ekor.
"100.000 dulu, 100.000. Nanti targetnya 1 juta, ya," ujarnya.
Mengenai waktu pencapaian target satu juta ekor, Saleh menyebut kemungkinan pada 2029. Namun, ia belum menjelaskan secara terperinci apakah angka tersebut merupakan akumulasi impor atau sasaran populasi sapi secara keseluruhan.
Australia, Brasil, dan Meksiko menjadi sejumlah negara yang dipertimbangkan sebagai sumber pengadaan sapi. Meski demikian, pemerintah belum menyampaikan kesepakatan pengadaan dengan negara-negara tersebut, termasuk rincian pembiayaan dan tahapan kedatangan ternak.
Peternak Magelang Mulai Dipersiapkan
Selain mengkaji penambahan populasi sapi, Kementan mulai membina peternak susu di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan peternak memiliki kesiapan usaha apabila rencana pengadaan sapi dari luar negeri terealisasi.
Saleh mengatakan pihaknya telah melihat kondisi infrastruktur yang dimiliki peternak sapi perah di wilayah tersebut.
"Saya melihat infrastruktur yang ada di peternak Magelang, khususnya peternak susu," ucap Saleh.
Menurut dia, pembinaan dilakukan agar peternak dapat menyiapkan sarana dan kemampuan pengelolaan usaha sebelum tambahan ternak datang. Dengan demikian, peningkatan populasi sapi diharapkan dapat diikuti kesiapan operasional di tingkat peternak.
"Mereka sudah mulai kita lakukan pembinaan untuk siap-siap. Sehingga begitu datang sapinya, secara mekanis itu bisa kita lakukan," tuturnya.
Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (30/10), Saleh juga mendorong penguatan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kelembagaan peternak sapi perah.
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Kabupaten Magelang memiliki potensi pengembangan sapi perah di delapan kecamatan. Kecamatan Ngablak menjadi salah satu kawasan yang telah memiliki ekosistem peternakan.
Pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam memproduksi susu. Selain itu, penguatan kelembagaan usaha diperlukan agar penambahan populasi ternak dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Target Produksi Susu Nasional hingga 2030
Rencana impor sapi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi susu dalam negeri. Pada September 2026, Kementan telah menetapkan target penambahan sedikitnya 600.000 ekor sapi perah indukan hingga 2029.
Penambahan populasi tersebut ditujukan untuk memperkuat produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor produk susu.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, sebelumnya menyatakan produksi susu segar dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20% kebutuhan nasional.
Untuk mendukung peningkatan populasi sapi perah, pemerintah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan bagi peternak. Dukungan tersebut meliputi uang muka pembelian sapi, asuransi ternak, fasilitas kandang, peralatan pemerahan, serta akses pembiayaan perbankan.
Kementan juga telah menyusun peta jalan pengembangan persusuan hingga 2030. Dalam peta jalan tersebut, produksi susu dalam negeri ditargetkan mencapai sekitar 4,68 juta ton dari perkiraan kebutuhan nasional sebesar 5,07 juta ton.
Melalui penambahan populasi sapi, pembinaan peternak, dan peningkatan produktivitas, pemerintah berupaya memperbesar kontribusi susu segar dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim PPK Ormawa HIMATA UMBY meraih Video Paling Persuasif Terbaik 4 di Abdidaya Ormawa 2026 lewat program diversifikasi produk kelapa.
KPM mendesak pembentukan TPF independen untuk mengusut lima indikasi pelanggaran dalam peristiwa aksi Malioboro pada 28 Oktober 2026.
Pebalap MotoGP mengeluhkan aspal Sirkuit Sepang yang terkelupas. Serpihan batu bertebaran, grip ban menurun, dan lima kecelakaan terjadi.
AS Roma memburu kemenangan saat bertandang ke markas Udinese pada pekan ke-10 Serie A. Simak kondisi tim, perkiraan susunan pemain, dan prediksi laga.
Marc Marquez mengoleksi 374 poin setelah finis kedua di Sprint MotoGP Malaysia 2026. Ia kini unggul 19 poin atas Jorge Martin.
Survei SNEF menunjukkan 85 persen penggunaan AI dalam fungsi SDM di Singapura masih memerlukan konfirmasi manusia, terutama untuk keputusan penting.