Target Pendanaan Iklim 45 Persen Dihapus, Transisi Hijau Terancam
Bank Dunia menghapus target pembiayaan iklim 45 persen setelah tekanan AS. Negara berkembang khawatir pendanaan transisi hijau dan adaptasi iklim melemah.
Ilustrasi cuaca panas./ Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Dunia menghadapi ancaman pemanasan global yang semakin nyata. Laporan terbaru dari World Meteorological Organization mengungkapkan suhu rata-rata Bumi diperkirakan terus berada di level sangat tinggi hingga lima tahun ke depan, bahkan berpotensi memecahkan rekor baru.
Dalam laporan Global Annual-to-Decadal Climate Update yang disusun bersama Met Office, suhu global pada periode 2026–2030 diproyeksikan berada di kisaran 1,3 hingga 1,9 derajat Celsius di atas rata-rata era pra-industri (1850–1900). Angka ini menunjukkan tren pemanasan yang kian mengkhawatirkan.
Tak hanya itu, terdapat peluang sebesar 86% bahwa setidaknya satu tahun dalam periode tersebut akan melampaui rekor suhu tertinggi yang sebelumnya terjadi pada 2024. Bahkan, kemungkinan suhu global menembus ambang 1,5 derajat Celsius—batas krusial dalam Perjanjian Paris—mencapai 91% untuk setidaknya satu tahun dalam lima tahun mendatang.
Peneliti utama laporan tersebut, Leon Hermanson, menjelaskan bahwa fenomena El Niño yang diprediksi muncul pada paruh kedua 2026 akan memperbesar peluang lonjakan suhu ekstrem. Kondisi ini bahkan bisa menjadikan 2027 sebagai tahun terpanas berikutnya dalam sejarah pencatatan modern.
Meski demikian, peluang suhu global menembus 2 derajat Celsius dalam waktu dekat masih sangat kecil, yakni di bawah 1%. Namun para ilmuwan mengingatkan bahwa tren saat ini tetap menunjukkan arah yang mengkhawatirkan jika tidak ada langkah mitigasi serius.
Dari sisi regional, pemanasan di wilayah Arktik diprediksi jauh lebih ekstrem. Suhu musim dingin di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 2,8 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991–2020—lebih dari tiga kali lipat rata-rata kenaikan global. Dampaknya, es laut di sejumlah wilayah seperti Laut Barents, Laut Bering, dan Laut Okhotsk diproyeksikan terus menyusut hingga 2035.
Perubahan iklim juga berdampak pada pola curah hujan global. Wilayah lintang tinggi di belahan bumi utara diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan, sementara kawasan subtropis—terutama di belahan bumi selatan—berisiko menghadapi kekeringan lebih parah. Anomali basah diperkirakan terjadi di Sahel, Eropa utara, Alaska, dan Siberia, sedangkan kawasan Amazon justru cenderung lebih kering.
WMO menegaskan bahwa pelampauan ambang 1,5 derajat Celsius dalam satu tahun tidak serta-merta berarti target jangka panjang gagal dicapai. Batas tersebut dihitung berdasarkan rata-rata selama sekitar dua dekade.
Laporan ini merupakan hasil kolaborasi 13 lembaga iklim global, termasuk pusat-pusat pemodelan terkemuka dari Eropa dan Amerika Utara. Temuan ini menjadi peringatan keras bahwa dunia harus mempercepat aksi nyata dalam menekan emisi dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.