Cuaca Ekstrem di Morotai Tewaskan Seorang Nelayan
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Ilustrasi rangkaian kereta api. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Keterlambatan perjalanan kereta api terjadi di sejumlah jadwal keberangkatan setelah insiden tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Gangguan operasional ini berdampak pada penumpang kereta jarak jauh dari wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Salah satu penumpang, Rosmawati (42), mengaku harus menunggu tanpa kepastian jadwal keberangkatan menuju Banyuwangi. Ia bersama suami dan anaknya memilih tetap menunggu di stasiun sambil mencari informasi terbaru.
“Dari tadi sama suami dan anak nunggu saja, karena semalam ada kecelakaan di Bekasi Timur,” ujarnya di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Dalam tiketnya, kereta dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB. Namun, informasi yang ia peroleh dari petugas menunjukkan adanya keterlambatan signifikan.
“Kereta lain yang harusnya berangkat jam 08.30 saja baru jalan sekitar jam 13.00,” katanya. Ia memperkirakan keberangkatannya bisa mundur hingga sore hari, bahkan mendekati waktu Magrib.
Rosmawati menyebut potensi keterlambatan bisa mencapai empat jam. Meski demikian, ia mengaku belum menerima informasi resmi terkait jadwal terbaru dan harus aktif mencari informasi sendiri.
Penumpang lain, Sri Sulastuti (50), juga mengalami hal serupa. Ia yang hendak menuju Purwokerto seharusnya berangkat pukul 13.38 WIB, namun hingga menjelang waktu keberangkatan belum ada kepastian.
“Sampai sekarang belum jelas karena jalurnya terganggu akibat kecelakaan,” ujarnya. Meski terdampak, Sri mengaku memahami situasi tersebut sebagai musibah yang tidak bisa diprediksi.
“Kalau ini kan memang ada musibah, jadi kita harus paham,” tambahnya.
Keterlambatan ini diduga akibat terganggunya jalur rel pascakecelakaan, sehingga sejumlah perjalanan harus diatur ulang. Hingga kini, belum ada kepastian kapan jadwal perjalanan akan kembali normal sepenuhnya.
Sementara itu, data dari Polda Metro Jaya mencatat korban meninggal dunia akibat insiden tersebut mencapai 15 orang. Rinciannya, 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati, tiga di RSUD Bekasi, serta masing-masing satu di RSU Bella dan RS Mitra Keluarga.
Untuk korban luka-luka tercatat sebanyak 76 orang. Hingga kini, pihak berwenang masih terus melakukan penanganan dan pendataan lebih lanjut.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa gangguan operasional akibat insiden besar dapat berdampak luas pada layanan transportasi publik. Penumpang diimbau terus memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.