Advertisement

Indonesia Protes Keras Spanduk Israel di RS Gaza

Newswire
Rabu, 22 April 2026 - 22:27 WIB
Sunartono
Indonesia Protes Keras Spanduk Israel di RS Gaza Foto ilustrasi bendera Palestina. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda bertuliskan 'Rising Lion' di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, Palestina.

"Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk 'Rising Lion' oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza," sebut Kemlu RI dalam pernyataan melalui platform X, Rabu (22/4/2026).

Advertisement

Pemerintah menilai penggunaan simbol dan propaganda militer di atas fasilitas sipil yang didedikasikan untuk pelayanan kesehatan sebagai tindakan sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan wujud solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina yang tidak seharusnya dijadikan alat propaganda militer. "Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina," tegas Kemlu RI.

Indonesia menegaskan rumah sakit dan seluruh fasilitas medis wajib dihormati serta dilindungi sesuai hukum humaniter internasional. Pemerintah mendesak Israel menghentikan tindakan yang melanggar prinsip perlindungan infrastruktur sipil dan memastikan akuntabilitas atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza.

Spanduk 'Rising Lion' yang dipasang pasukan Israel merupakan nama operasi militer Israel terhadap Iran pada Juni 2025, menambah dimensi provokatif dari tindakan tersebut.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza telah mengalami kerusakan akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 hingga gencatan senjata Oktober 2025. Direktur rumah sakit tersebut, dr. Marwan Al-Sultan, gugur akibat serangan Israel terhadap kediamannya di Gaza barat pada Juli 2025.

Laporan media menyebutkan pasukan Israel memasang spanduk bertuliskan "Rising Lion" di atap bangunan reruntuhan sebagai simbol propaganda militer. Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan memperjuangkan perlindungan fasilitas kemanusiaan melalui forum internasional.

Hingga April 2026, agresi militer di Jalur Gaza telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang sangat parah dengan jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 72.549 orang dan lebih dari 172.000 lainnya luka-luka.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat diupayakan sejak Oktober 2025, eskalasi kekerasan tetap terjadi dan tercatat menewaskan lebih dari 700 warga tambahan dalam enam bulan terakhir akibat serangan sporadis serta hambatan akses bantuan medis.

Secara infrastruktur, sekitar 60% pemukiman warga atau lebih dari 371.000 unit rumah telah hancur, sementara lebih dari 50% rumah sakit tidak lagi berfungsi, yang menyebabkan sistem kesehatan berada di ambang kelumpuhan total.

Kerugian ekonomi dan biaya rekonstruksi wilayah tersebut diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar USD 71,4 miliar (sekitar Rp1.150 triliun), dengan dampak jangka panjang yang diprediksi telah memundurkan pembangunan manusia di Gaza hingga 77 tahun ke belakang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 23 April 2026

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 23 April 2026

Jogja
| Kamis, 23 April 2026, 00:37 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement