Menpar Bawa Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 ke Solo dan Jogja, Ini Alasannya
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Bos Djarum, Michael Bambang Hartono.-JIBI/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA – Jenazah Bos Djarum, Michael Bambang Hartono rencananya akan dimakamkan di Permakaman Godo, Rembang, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
Seperti diketahui, Michael Hartono meninggal dunia pada usia 86 tahun pada Jumat (19/3/2026) pukul 13.11 waktu Singapura. Kepergian salah satu orang terkaya di Indonesia tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Jakarta, pada 20–22 Maret 2026. Selama masa tersebut, keluarga, kerabat, dan para pelayat diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir. Misa tutup peti dilaksanakan pada 20 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
Selanjutnya, jenazah diberangkatkan ke Kudus dan disemayamkan di Gor Djarum, Jati, pada 22–25 Maret 2026. Di lokasi ini, kembali digelar misa untuk mengenang almarhum pada 24 Maret 2026 pukul 18.00 WIB.
Rangkaian prosesi pemakaman diawali dengan misa pelepasan pada 25 Maret 2026 pukul 08.00 WIB di Gor Djarum. Jenazah kemudian akan diberangkatkan menuju lokasi permakaman pada pukul 09.00 WIB.
Setibanya di Permakaman Godo nanti, upacara pemakaman dijadwalkan sekitar pukul 10.40 WIB, dilanjutkan dengan prosesi pemakaman pada pukul 11.00 WIB.
Profil Michael Hartono
Semasa hidup Michael Bambang Hartono dikenal sebagai sosok penting dalam industri rokok, perbankan, serta olahraga di Indonesia. Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939.
Ia merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum, yang kemudian dilanjutkan bersama adiknya, Robert Budi Hartono.
Setelah ayahnya meninggal pada 1963, Michael bersama saudaranya melanjutkan usaha keluarga di tengah berbagai tantangan, termasuk kebakaran yang sempat mengganggu operasional perusahaan.
Di bawah kepemimpinan Hartono bersaudara, Djarum berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia dengan pasar hingga mancanegara. Grup usaha ini kemudian berekspansi ke berbagai sektor, termasuk elektronik melalui Polytron, properti, perkebunan, hingga infrastruktur.
Langkah strategis lainnya dilakukan melalui investasi di Bank Central Asia (BCA) pascakrisis ekonomi 1997–1998. BCA kemudian berkembang menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia dan menjadi sumber utama kekayaan keluarga Hartono. Michael beberapa kali masuk daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes, dengan kekayaan mencapai miliaran dolar AS.
Di luar dunia bisnis, Michael juga dikenal sebagai atlet cabang olahraga bridge. Ia menjadi salah satu atlet paling senior dalam kontingen Indonesia di Asian Games 2018 pada usia 78 tahun dan berhasil meraih medali perunggu bersama tim nasional.
Bonus dari prestasi tersebut bahkan disalurkan kembali untuk pembinaan olahraga bridge di Indonesia. Selain itu, bersama saudaranya, ia turut berperan dalam pengembangan PB Djarum yang melahirkan banyak atlet bulu tangkis berprestasi dunia.
Sepanjang hidupnya, Michael Bambang Hartono dikenal sebagai pengusaha visioner sekaligus pegiat olahraga yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi dan olahraga nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.