Advertisement

Gempa M5,0 Guncang NTB, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Abdul Hamied Razak
Rabu, 15 April 2026 - 11:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Gempa M5,0 Guncang NTB, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. / Foto dibuat oleh AI StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu pagi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak memiliki karakteristik yang dapat memicu gelombang tsunami.

Advertisement

Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 itu terjadi pada pukul 09.10 WIB dengan pusat gempa berada di laut. Episenter terletak pada koordinat 7,18 lintang selatan dan 117,10 bujur timur, atau sekitar 137 kilometer timur laut wilayah NTB, dengan kedalaman mencapai 485 kilometer.

Termasuk Gempa Dalam

Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tergolong sebagai gempa dalam (deep focus). Jenis gempa ini umumnya terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng bumi, bukan akibat aktivitas sesar di permukaan.

Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pola pergerakan turun atau normal fault. Karakteristik ini mengindikasikan adanya gaya tarikan pada lempeng bumi di kedalaman, yang berbeda dengan gempa dangkal yang lebih berpotensi merusak.

Getaran gempa dilaporkan terasa hingga wilayah Kabupaten Badung dengan intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga pukul 09.30 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan (aftershock) dari peristiwa tersebut.

Tren Gempa di NTB Sepanjang 2026

Sepanjang tahun 2026, wilayah NTB tercatat masih aktif secara seismik meski sebagian besar gempa yang terjadi berkekuatan kecil hingga menengah.

Data BMKG menunjukkan bahwa dalam periode Januari hingga April 2026, terjadi puluhan aktivitas gempa di sekitar NTB dengan magnitudo bervariasi antara 3,0 hingga 5,5. Mayoritas gempa berpusat di laut dengan kedalaman menengah hingga dalam, sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan di permukaan.

Beberapa gempa yang sempat dirasakan masyarakat umumnya memiliki intensitas rendah, yakni di kisaran II hingga III MMI. Artinya, getaran hanya dirasakan di dalam rumah tanpa menyebabkan kerusakan.

Aktivitas ini berkaitan dengan posisi NTB yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif, yakni Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut membuat wilayah ini kerap mengalami gempa, meski tidak semuanya berpotensi bahaya.

Imbauan Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat juga diingatkan untuk memahami langkah mitigasi sederhana, seperti mengenali jalur evakuasi dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi gempa.

Dengan karakter gempa yang dominan berkedalaman menengah hingga dalam, risiko kerusakan di wilayah NTB relatif lebih kecil. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat aktivitas tektonik di kawasan ini masih cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hujan Deras Terjang Sleman, Talud Ambrol dan Sungai Meluap

Hujan Deras Terjang Sleman, Talud Ambrol dan Sungai Meluap

Sleman
| Rabu, 15 April 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement