Advertisement

Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor

Imam Mustajab Zainal Fawaid
Selasa, 14 April 2026 - 19:47 WIB
Sunartono
Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor Ledakan mesin pengering di Ngawi diselidiki Labfor Polda Jatim, satu pekerja alami luka bakar. - Espos.

Advertisement

Harianjogja.com, NGAWI— Penyebab ledakan mesin pengering ompreng di SPPG Kandangan 2, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, kini masih dalam penyelidikan. Tim laboratorium forensik turun langsung untuk mengungkap sumber ledakan yang melukai seorang pekerja.

Kapolsek Ngawi Kota, Jais Bintoro, mengatakan olah tempat kejadian perkara dilakukan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan melibatkan tim Polda Jawa Timur guna memastikan penyebab insiden secara ilmiah.

Advertisement

“Pemeriksaan oleh Tim Labfor Polda Jatim ini bertujuan untuk mengetahui secara ilmiah penyebab terjadinya ledakan, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara tepat dan profesional,” ujarnya.

Tim Labfor yang dipimpin Nevi Vitriyah Sutamto melakukan pemeriksaan teknis terhadap mesin pengering di area dapur produksi. Mesin tersebut diketahui digunakan untuk proses pengeringan peralatan operasional.

SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sendiri merupakan bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni program pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi, mendukung tumbuh kembang, serta memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.

Selain olah TKP, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium forensik. Hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti ledakan.

Akibat kejadian ini, seorang pekerja mengalami luka bakar di bagian wajah dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. "Dampaknya korban luka bakar, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.

Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara transparan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Koordinasi terus dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan kerja, khususnya di lingkungan dapur produksi maupun industri sejenis,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ledakan diduga kuat disebabkan kebocoran gas yang berasal dari selang gas pada oven pengering ompreng di area dapur. Gas yang terakumulasi kemudian memicu ledakan saat tersulut api.

“Diduga berasal dari kebocoran gas pada oven. Gas tersebut kemudian meledak dan menyebabkan kerusakan bangunan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Korban sempat dievakuasi warga ke lokasi aman sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Widodo Ngawi.

Jais menyebut korban yang merupakan salah satu relawan SPPG tersebut masih menjalani perawatan intensif dan kondisinya dalam keadaan stabil.

Selain korban luka, kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Meski demikian, bagian depan bangunan utama dilaporkan masih berdiri meski mengalami kerusakan pada sejumlah bagian seperti kaca dan atap.

“Otomatis berhenti sementara, dampak ledakannya hampir di seluruh bangunan SPPG,” kata dia.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan berbahan bakar gas, terutama di fasilitas umum, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Endapan Capai 1 Meter, Irigasi di Bantul Dikeruk

Endapan Capai 1 Meter, Irigasi di Bantul Dikeruk

Bantul
| Rabu, 15 April 2026, 02:47 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement