Advertisement
Negosiasi AS-Iran Buntu, AS Klaim Iran Paling Dirugikan
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Wakil Presiden AS J.D. Vance menilai kegagalan mencapai kesepakatan justru lebih merugikan pihak Teheran.
“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujar Vance kepada wartawan usai perundingan di Islamabad, Pakistan.
Advertisement
AS Klaim Sudah Fleksibel
Vance yang juga memimpin delegasi AS dalam negosiasi tersebut menegaskan bahwa Washington telah menunjukkan fleksibilitas selama proses perundingan.
BACA JUGA
Menurutnya, AS telah menyampaikan secara jelas batasan atau “garis merah” serta ruang kompromi yang masih memungkinkan dalam kesepakatan.
“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi,” katanya.
Iran Tolak Tawaran Final AS
Vance menyebut Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS dalam perundingan tersebut.
“Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa proposal yang diajukan Washington merupakan tawaran final dan terbaik dalam negosiasi kali ini.
“Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” kata Vance.
Isu Nuklir Jadi Sorotan Utama
Dalam perundingan tersebut, isu utama yang menjadi perhatian adalah komitmen Iran terkait pengembangan senjata nuklir.
Vance menyatakan bahwa AS belum melihat jaminan jangka panjang dari Iran untuk tidak mengembangkan program senjata nuklir.
“Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang? Kami belum melihatnya,” ujarnya.
Peluang Negosiasi Masih Terbuka
Meski perundingan kali ini belum menghasilkan kesepakatan, AS tetap berharap Iran dapat menunjukkan komitmen yang lebih kuat di masa mendatang.
Situasi ini menandakan bahwa negosiasi masih berpotensi berlanjut, meski dengan dinamika yang semakin kompleks di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Lebat dan Petir Mengintai Sejumlah Wilayah Hari Ini
- Bupati Tulungagung Pakai Surat Pernyataan Mundur untuk Peras Pejabat
- Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran
- Ruang Menteri Ikut Digeledah, Dody Mengaku Tak Tahu Kasusnya
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Google Disanksi, Komdigi Beri Waktu 7 Hari Patuhi Aturan Anak
- Harga Plastik Naik, Momentum Kurangi Kantong Sekali Pakai
- Agar Kuat Tawaf dan Sai, Calon Haji Wajib Latihan Ini
- Film Rumah Ketigaku Soroti Kerentanan Pekerja Migran
- Atalanta vs Juventus Skor 0-1, Si Nyonya Tua Naik Peringkat Keempat
- Banjir dan Pohon Tumbang Terjang Jogja Usai Hujan Lebat
- Innova Oleng Tabrak Truk di Jalan Jogja-Solo, Sopir Luka Parah
Advertisement
Advertisement









