Advertisement

Negosiasi AS-Iran Buntu, AS Klaim Iran Paling Dirugikan

Newswire
Minggu, 12 April 2026 - 13:47 WIB
Jumali
Negosiasi AS-Iran Buntu, AS Klaim Iran Paling Dirugikan Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Wakil Presiden AS J.D. Vance menilai kegagalan mencapai kesepakatan justru lebih merugikan pihak Teheran.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujar Vance kepada wartawan usai perundingan di Islamabad, Pakistan.

Advertisement

AS Klaim Sudah Fleksibel

Vance yang juga memimpin delegasi AS dalam negosiasi tersebut menegaskan bahwa Washington telah menunjukkan fleksibilitas selama proses perundingan.

Menurutnya, AS telah menyampaikan secara jelas batasan atau “garis merah” serta ruang kompromi yang masih memungkinkan dalam kesepakatan.

“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi,” katanya.

Iran Tolak Tawaran Final AS

Vance menyebut Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS dalam perundingan tersebut.

“Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa proposal yang diajukan Washington merupakan tawaran final dan terbaik dalam negosiasi kali ini.

“Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” kata Vance.

Isu Nuklir Jadi Sorotan Utama

Dalam perundingan tersebut, isu utama yang menjadi perhatian adalah komitmen Iran terkait pengembangan senjata nuklir.

Vance menyatakan bahwa AS belum melihat jaminan jangka panjang dari Iran untuk tidak mengembangkan program senjata nuklir.

“Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang? Kami belum melihatnya,” ujarnya.

Peluang Negosiasi Masih Terbuka

Meski perundingan kali ini belum menghasilkan kesepakatan, AS tetap berharap Iran dapat menunjukkan komitmen yang lebih kuat di masa mendatang.

Situasi ini menandakan bahwa negosiasi masih berpotensi berlanjut, meski dengan dinamika yang semakin kompleks di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dana Desa Terbatas, Pembangunan Kalurahan di DIY Tersendat

Dana Desa Terbatas, Pembangunan Kalurahan di DIY Tersendat

Jogja
| Minggu, 12 April 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Wisata
| Minggu, 12 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement