Advertisement
Wacana Potong Gaji Menteri Masih Menunggu Rapat Lanjutan
Foto ilustrasi pemotongan gaji pegawai, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Wacana pemotongan gaji menteri hingga kini belum menemui keputusan. Pemerintah masih menyiapkan pembahasan lanjutan sebelum kebijakan tersebut ditetapkan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut berbagai konsep terkait pemotongan gaji menteri masih akan dirapatkan dalam waktu dekat.
Advertisement
“Jadi, intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang diambil pemerintah terkait rencana tersebut.
BACA JUGA
“Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apa pun,” katanya.
Teddy juga menyarankan agar pertanyaan terkait wacana tersebut diarahkan kepada pihak yang pertama kali mengemukakan ide pemotongan gaji menteri.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak keberatan dengan wacana tersebut, meski tetap menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa,” kata Purbaya sebelumnya.
Ia bahkan memperkirakan besaran pemotongan gaji menteri bisa mencapai sekitar 25 persen, meski angka tersebut belum bersifat final.
Bagian dari Efisiensi Anggaran
Wacana pemotongan gaji ini muncul di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.
Purbaya menyebut pemerintah juga akan menetapkan pemangkasan belanja kementerian dan lembaga secara langsung.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan karena tidak semua kementerian secara mandiri melakukan efisiensi anggaran.
“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong,” ujarnya.
Kementerian Keuangan saat ini tengah menyisir komponen belanja yang dinilai bisa ditunda, terutama program yang dampaknya tidak signifikan atau memiliki akselerasi rendah terhadap pertumbuhan ekonomi.
Selain efisiensi program, pemotongan gaji pejabat negara dinilai menjadi simbol solidaritas dalam penghematan anggaran negara.
“Setuju. Oh itu bagus. Kalau itu bagus,” kata Purbaya menanggapi wacana pemotongan gaji pejabat setingkat menteri.
Meski demikian, keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan pemerintah dalam rapat yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tahapan Pemilihan Lurah Bantul Mulai Disusun, Isu Politik Uang Disorot
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Insiden Anjlok di Bumiayu, Kereta dari Jogja Putar Arah
- Dosen Diarahkan WFH Sehari, Kampus Diminta Atur Jadwal
- Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
- Pagi Panas Sore Hujan, BMKG: Tanda Peralihan Musim Dimulai
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
Advertisement
Advertisement






