Advertisement
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Militer Dua C-130 dan Black Hawk AS
Peluru kendali balistik milik Iran, Fateh 110, saat diuji coba beberapa waktu lalu. Wikipediarnrn
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketegangan militer di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah alutsista milik Amerika Serikat dalam operasi penyelamatan pilot tempur.
Juru bicara markas komando militer Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut pasukan Iran menembak jatuh dua pesawat angkut C-130 Hercules serta dua helikopter Black Hawk milik AS.
Advertisement
Menurutnya, insiden tersebut terjadi saat militer AS berupaya mengevakuasi kopilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya dilaporkan jatuh.
Klaim Berbeda dari AS
BACA JUGA
Pihak Iran menyatakan operasi penyelamatan tersebut gagal total akibat serangan intens dari pasukan mereka. Namun di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim pilot yang terlibat dalam insiden tersebut telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman.
Trump juga menyebut operasi itu melibatkan puluhan pesawat militer.
Eskalasi Konflik
Situasi ini merupakan bagian dari konflik yang terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut diklaim sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.
Namun, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan. Sejak itu, aksi saling serang terus berlanjut dan meningkatkan ketegangan regional.
Ancaman Balasan Lebih Besar
Panglima Khatam Al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan Iran siap memberikan respons yang lebih besar jika infrastruktur negaranya kembali diserang.
Ia menyebut seluruh aset militer AS di Asia Barat serta infrastruktur Israel akan menjadi target balasan. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat waktu yang diberikan Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
Risiko Konflik Lebih Luas
Dengan saling klaim dan meningkatnya intensitas serangan, situasi di Timur Tengah kini berada dalam fase rawan eskalasi. Selain berdampak pada keamanan kawasan, konflik ini juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan global dan stabilitas ekonomi dunia.
Perkembangan terbaru masih terus dipantau, sementara dunia internasional mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Rekor, Transaksi Harian SPKLU PLN Tembus 18.088 Selama Lebaran 2026
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Lima Nama Muncul di Muscab PKB Sleman, Ini Daftarnya
- NGUDARASA: Timor Leste, Nasibmu Kini
Advertisement
Advertisement






