Advertisement

Pemimpin Eropa Desak Penyelidikan Gugurnya Prajurit TNI

Newswire
Senin, 30 Maret 2026 - 22:47 WIB
Sunartono
Pemimpin Eropa Desak Penyelidikan Gugurnya Prajurit TNI Bendera PBB. / UN.org

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Gelombang solidaritas dan kecaman internasional terus mengalir menyusul gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan. Sejumlah pemimpin negara Eropa menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak penghentian kekerasan yang dinilai telah melanggar hukum internasional secara fatal.

Taoiseach (Perdana Menteri) Irlandia, Michael Martin, menjadi salah satu pemimpin pertama yang bersuara keras melalui platform media sosial. Ia mengutuk eskalasi kekerasan yang mengejutkan tersebut dan mengingatkan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang bertikai, baik Hizbullah maupun militer Israel.

Advertisement

“Saya mengecam keras pembunuhan seorang personel penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia serta eskalasi kekerasan yang mengejutkan dan menyebabkan cederanya sejumlah personel penjaga perdamaian akhir-akhir ini,” tegas Martin dipantau di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Senada dengan Irlandia, PM Spanyol Pedro Sanchez menyebut insiden yang menimpa kontingen Indonesia ini sebagai peristiwa yang “melampaui batas”. Sanchez mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap asal proyektil yang menghantam pos TNI, sembari menyerukan agar militer Israel segera menghentikan permusuhan di wilayah Lebanon selatan.

Kecaman diplomatik juga datang dari Wakil PM sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada bangsa Indonesia dan keluarga korban, sembari memberikan peringatan keras bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Mereka di sana untuk melayani perdamaian,” kata Menlu Prevot seraya menekankan bahwa para pelaku serangan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum internasional. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Siprus yang menyatakan rasa simpati mendalam kepada Republik Indonesia atas kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur setelah serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif, mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif.

Kehadiran personel TNI di Lebanon merupakan bagian dari komitmen global Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah di bawah mandat PBB. Dunia kini menanti langkah konkret dari Dewan Keamanan PBB untuk memastikan perlindungan bagi ribuan "helm biru" yang bertugas di zona merah demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Panen Padi Terhambat, Bantul Kekurangan 15 Unit Mesin Pemanen

Panen Padi Terhambat, Bantul Kekurangan 15 Unit Mesin Pemanen

Bantul
| Selasa, 31 Maret 2026, 01:37 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement