Advertisement
Houthi Serang Israel, Harga BBM RI Terancam Naik
Bendera Israel dan Iran. Ist - x /
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran resmi membuka front baru dalam konflik Timur Tengah dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel pada Sabtu (28/3/2026).
Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran global terhadap keamanan jalur energi yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan minyak dunia, termasuk pasokan menuju Indonesia.
Advertisement
Reuters melaporkan, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan awal dari rangkaian aksi lanjutan. Seusai keterlibatan Houthi, risiko gangguan di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb meningkat tajam.
Kawasan ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan perdagangan energi antara Eropa dan Asia melalui Terusan Suez.
BACA JUGA
Kondisi ini mendorong perusahaan pelayaran global menaikkan premi risiko, yang berpotensi memicu kenaikan biaya logistik dan harga barang impor di Indonesia.
Ancaman Langsung ke Harga BBM RI
Ketegangan juga mulai merembet ke Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Jika jalur ini terganggu, harga minyak mentah global dipastikan melonjak.
Dampaknya, subsidi energi Indonesia bisa tertekan dan harga BBM berpotensi ikut naik di dalam negeri. Merespons situasi yang kian memanas, Amerika Serikat mulai meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Teluk.
Laporan The Washington Post menyebutkan bahwa ribuan marinir telah dikerahkan menggunakan kapal serbu amfibi, sementara Pentagon menyiapkan berbagai opsi strategi.
Bahkan, Presiden Donald Trump disebut memiliki fleksibilitas untuk mengambil langkah militer lanjutan, termasuk kemungkinan operasi darat.
Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan kelompok milisi regional ini terus memicu saling balas serangan di berbagai wilayah.
Israel dilaporkan menyerang target di Teheran dan Lebanon, sementara Iran membalas dengan serangan drone ke wilayah Israel dan kawasan Teluk. Ketidakpastian ini memperbesar risiko krisis energi global yang dapat memicu inflasi, termasuk di Indonesia.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington berupaya mencapai tujuan strategis tanpa operasi darat penuh, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan di jalur laut strategis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Berpotensi Hujan
Advertisement
Advertisement








