Advertisement

Jerman Ragu Operasi AS Israel di Iran Bakal Berhasil

Newswire
Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:47 WIB
Maya Herawati
Jerman Ragu Operasi AS Israel di Iran Bakal Berhasil Ilustrasi rudal Iran./ Frepik

Advertisement

Harianjogja.com, BERLIN— Keraguan muncul dari Eropa terkait operasi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran. Pemerintah Jerman menilai strategi yang dijalankan belum tentu membawa hasil dan berpotensi memperpanjang konflik.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dalam konferensi di Frankfurt pada Jumat (27/3/2026). Ia menyoroti belum jelasnya arah strategi dalam operasi tersebut.

Advertisement

"Saya tak yakin apa yang dilakukan Israel dan AS saat ini benar-benar akan berhasil," ujarnya.

Merz juga mempertanyakan apakah strategi yang dijalankan memiliki perencanaan yang matang. Ia menilai kondisi saat ini justru berpotensi membuat konflik berlangsung lebih lama.

"Apakah ada strategi dan apakah strategi itu dijalankan dengan baik. Dalam hal ini, situasinya bisa berlangsung lebih lama dan kemungkinan tidak akan membaik," katanya.

Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel kini justru semakin terlibat dalam konflik yang kompleks di Iran. Ia bahkan menilai upaya perubahan pemerintahan di Iran tidak akan mudah dicapai.

Merz juga menyinggung posisi Jerman dalam konflik tersebut. Ia menyebut Presiden AS, Donald Trump, memahami bahwa konflik di Iran bukan bagian dari perang NATO.

"Namun, kami telah menawarkan untuk mengoordinasikan, misalnya, perlindungan militer di Selat Hormuz bersama pihak lain jika terjadi gencatan senjata," katanya.

Ia menegaskan keterlibatan Jerman hanya bisa dilakukan jika ada mandat internasional, persetujuan parlemen (Bundestag), serta keputusan kabinet.

"Kami masih jauh dari itu, dan selama perang terus berlangsung, itu bukan pilihan bagi kami," ujarnya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Situasi ini membuat konflik berpotensi meluas dan berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk jalur strategis seperti Selat Hormuz.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Di Jalur Ekstrem Patuk Gunungkidul Relawan Bergerak Tanpa Komando

Di Jalur Ekstrem Patuk Gunungkidul Relawan Bergerak Tanpa Komando

Gunungkidul
| Sabtu, 28 Maret 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Dua Restoran Indonesia Tembus 50 Daftar Terbaik Asia

Dua Restoran Indonesia Tembus 50 Daftar Terbaik Asia

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement