Advertisement
Arus Balik Lebaran 2026: 62.527 Kendaraan Padati Tol Cikampek Utama
Suasana arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA - HO / Jasa Marga
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Volume kendaraan yang mengalir menuju Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama), Karawang, Jawa Barat, terpantau masih sangat tinggi pada periode arus balik Lebaran 2026.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaporkan sebanyak 62.527 unit kendaraan telah melintasi titik krusial tersebut sepanjang hari Rabu (25/3/2026). Angka ini menegaskan bahwa gelombang pergerakan pemudik dari arah Timur Trans Jawa menuju ibu kota masih berlangsung secara masif.
Advertisement
Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, merinci bahwa sekitar 23 ribu kendaraan tercatat melintas di GT Cikatama hanya pada sif pertama hari Rabu.
Data tersebut menjadi indikator kuat adanya lonjakan volume lalu lintas yang persisten dalam skenario arus balik tahun ini. Jumlah tersebut menyusul rekor sebelumnya pada Selasa (24/3/2026) yang mencatatkan sebanyak 106.000 kendaraan menembus gerbang tol yang sama ke arah Jakarta.
BACA JUGA
“Dan pantauan kami lalu lintas di Palimanan-Kanci itu masih cukup tinggi juga. Jadi memang kami terus pantau karena bisa jadi rekayasa lalu lintas ini kan dilakukan secara situasional,” kata Ria saat ditemui ANTARA di Kantor Jasa Marga, GT Cikatama, Rabu (25/3/2026) malam. Otoritas jalan tol terus bersiaga penuh mengingat fluktuasi jumlah kendaraan yang datang dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Berdasarkan diskresi pihak kepolisian, JTT telah menghentikan pemberlakuan rekayasa lalu lintas lawan arus atau contraflow pada ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai pukul 20.52 WIB.
Penutupan lajur contraflow dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta ini dilakukan setelah mengevaluasi kondisi terkini di lapangan yang dianggap mulai terkendali oleh tim gabungan.
Guna mempercepat proses transaksi dan mencegah antrean panjang, JTT mengaktifkan total 18 gardu tol khusus untuk menerima arus kendaraan dari arah Timur menuju Jakarta.
Sementara itu, untuk arah sebaliknya atau jalur menuju Timur Trans Jawa, tersedia 12 gardu operasional yang disiagakan guna melayani pengguna jalan yang masih melakukan perjalanan keluar ibu kota.
Ria menambahkan bahwa pemantauan intensif terhadap volume lalu lintas arus balik ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga Minggu (29/3/2026). Tanggal tersebut diproyeksikan menjadi titik nadir atau puncak arus balik Lebaran 2026, di mana diprediksi akan terjadi ledakan jumlah kendaraan yang jauh lebih besar dari hari-hari sebelumnya.
“Proyeksi kami di tanggal 29 itu ada 91.000 kendaraan, proyeksi awal kami yang melewati Gerbang Tol Cikampek Utama nantinya. Dan rekayasa lalu lintas, terus juga buka-tutup rest area, itu menjadi salah satu yang terus kami diskusikan dengan kepolisian pada saat pemberlakuannya,” ujar Ria.
Koordinasi lintas sektoral ini menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran distribusi kendaraan dan kenyamanan para pemudik hingga akhir masa angkutan Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Gudang Sampah di Bantul Terbakar Akibat Ditinggal Beli Makan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Gelangprojo Diperkuat, Kulonprogo-Purworejo Bidik KEK
- Omzet Pedagang Fasyen di Beringharjo Turun 50 Persen Saat Lebaran 2026
- Kunjungan Wisata Bantul Fluktuatif saat Libur Lebaran 2026
- Kunjungan Wisata Kraton Jogja Naik 20 Persen saat Libur Lebaran 2026
- Laka Laut di Pantai Selatan DIY Meningkat saat Lebaran, Korban Selamat
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- PHRI DIY Ungkap Okupansi Hotel di Jogja Turun Meski Musim Liburan
Advertisement
Advertisement







