Advertisement
Turki Dorong Gencatan Senjata, Upaya Redam Konflik Timur Tengah
Seorang pria menghadiri protes terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran di pusat kota London, Inggris, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA/Xinhua/Li Ying - aa)
Advertisement
Harianjogja.com, ANKARA — Turki mengusulkan gencatan senjata jangka pendek sebagai langkah awal meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Inisiatif ini diharapkan membuka ruang bagi dimulainya proses perundingan antara pihak-pihak yang terlibat konflik.
Laporan media berbasis Inggris, Middle East Eye, menyebutkan bahwa Ankara tengah aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat dan Iran guna menjajaki peluang tercapainya kesepakatan.
Advertisement
Bangun Koalisi Perundingan
Sumber diplomatik Turki mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri tengah membentuk kelompok perunding bersama mitra di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan wilayah lainnya.
BACA JUGA
Langkah ini bertujuan menekan pengaruh Israel sekaligus mendorong penghentian konflik yang terus meluas.
Meski demikian, Ankara disebut masih meragukan keberlanjutan gencatan senjata jangka panjang, terutama terkait komitmen Israel untuk tidak kembali melancarkan serangan ke Iran.
Tuntutan Nuklir Jadi Hambatan
Di tengah upaya diplomasi tersebut, Presiden Donald Trump dilaporkan tetap bersikeras agar Iran menghentikan program pengayaan uranium.
Tuntutan ini dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam proses negosiasi yang sedang dijajaki.
Eskalasi Konflik Terus Berlanjut
Ketegangan kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk wilayah Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di berbagai kawasan Timur Tengah.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, belakangan muncul indikasi bahwa operasi militer itu juga berkaitan dengan upaya mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Hari Kedua Arus Balik, Tol Jogja Solo GT Purwomartani Padat Sejak Pagi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Roadshow Pelangi di Mars Ramaikan Libur Lebaran 2026 di Jogja
- Klasemen Liga Italia: Inter Unggul, AC Milan dan Napoli Terus Menekan
- Kolaborasi Sony Pictures dan Pop Mart Angkat Labubu ke Layar Lebar
- Malaysia Mundur dari Perjanjian Dagang AS, Ini Sikap Prabowo
- Kedatangan Penumpang KA ke Jakarta Tembus 51 Ribu di H+2 Lebaran
- 2 Insiden Laut Terjadi Pantai Parangtritis, Pengunjung Diminta Waspada
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai Terjadi Selasa Esok
Advertisement
Advertisement




