Advertisement
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Ditutup saat Konflik
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis Selat Hormuz tidak ditutup meskipun situasi konflik masih berlangsung di kawasan tersebut.
Boroujerdi mengatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal dari negara yang mematuhi protokol lalu lintas pelayaran, terutama dalam kondisi perang.
Advertisement
“Tentu negara-negara yang tidak bekerja sama dengan pihak musuh, dan mereka yang mematuhi protokol lalu lintas dari Selat Hormuz, khususnya pada saat perang, mereka bisa melewati Selat Hormuz,” kata Boroujerdi di kediamannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, Iran tetap membuka akses jalur tersebut bagi negara yang tidak memberikan dukungan kepada pihak yang menyerang Iran. Ia bahkan mencontohkan bahwa dua kapal dari Indonesia telah diizinkan melintasi Selat Hormuz.
BACA JUGA
Meski demikian, Boroujerdi menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan wilayah strategis yang harus dijaga keamanannya oleh Iran, terutama di tengah serangan yang disebut terus dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Karena itu, kapal-kapal yang melintas diminta mematuhi protokol lalu lintas yang diberlakukan pada masa perang.
“Jika ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi semuanya. Protokol lalu lintas di Selat Hormuz pada saat perang mengizinkan kapal-kapal untuk lewat,” ujarnya.
Boroujerdi juga menyatakan bahwa hingga kini serangan yang dilakukan pihak yang ia sebut sebagai musuh imperialis dan Zionis masih terus menargetkan wilayah sipil di Iran.
Menurut dia, serangan tersebut menyasar rumah warga, fasilitas umum, hingga berbagai ruang publik.
“Iran akan terus melawan dan menyerang. Kami tidak akan kompromi dengan pihak musuh,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi setelah menghadiri acara santunan kepada 200 siswi Muslim Indonesia di Jakarta untuk mengenang korban serangan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran.
Ia menyebut serangan tersebut menewaskan 175 siswi Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh serta melukai lebih dari 95 anak lainnya.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Isu Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Begini Respons Wamenkeu
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
- Pesawat Cessna Jatuh di Texas, 5 Orang Tewas
- Tujuh Penambang Emas Ilegal di Jambi Ditangkap Polisi
- Waspada! Undangan Bimtek BGN 2026 Ternyata Hoaks
Advertisement
Advertisement









