Fenomena Join the Club, Alasan Orang Tetap Konsumtif
Antropolog UI ungkap alasan orang tetap ingin terlihat mapan saat berhemat. Konsumsi kini jadi simbol status dan identitas sosial.
Petugas memperlihatkan contoh bahan bakar biodiesel saat rilis Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel. / JIBI/Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JOGJA— Uji jalan biodiesel 50 persen atau B50 untuk sektor otomotif ditargetkan rampung pada Mei 2026 sebelum masuk tahap pemeriksaan mesin. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut hasil sementara pengujian menunjukkan kualitas bahan bakar itu telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan uji jalan yang dimulai sejak 9 Desember 2025 melibatkan sembilan unit kendaraan dari sektor otomotif. [4][5] Dari jumlah itu, empat unit merepresentasikan kendaraan penumpang dengan kapasitas kurang dari 3,5 ton dan lima unit lainnya mewakili kendaraan niaga berat seperti truk besar dan bus.
“Jadi, kami akan selesai [uji jalan] nanti di Mei. Mei semua yang otomotif, ya,” ujar Eniya ketika ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).
Eniya menjelaskan pabrikan yang ikut dalam uji jalan tidak hanya berasal dari Jepang, tetapi juga Eropa. Menurut dia, bus dan truk besar dari pabrikan Eropa juga masuk dalam rangkaian pengujian tersebut.
Saat ini, tiga unit kendaraan yang terdiri atas truk dan bus sudah menyelesaikan uji jalan sejauh 40 ribu km. Sementara itu, kendaraan lain masih menjalani pengujian sesuai target jarak tempuh masing-masing.
Untuk kendaraan niaga berat, target uji jalan B50 berada pada 40 ribu km, sedangkan kendaraan penumpang ditargetkan menempuh 50 ribu km. Setelah jarak itu tercapai, tahap berikutnya adalah pemeriksaan seluruh mesin untuk melihat dampak penggunaan B50 secara menyeluruh.
“Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada tugas untuk mengecek semua engine [mesin],” kata Eniya.
Uji penggunaan B50 tidak hanya dilakukan di sektor otomotif. Pemerintah juga mengujinya di alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, kereta api, hingga pembangkit listrik dengan target penyelesaian berbeda sampai akhir 2026.
Eniya menyebut hasil uji kandungan air pada B50 menunjukkan angka 208,81 ppm, di bawah batas maksimal 300 ppm. Menurutnya, angka itu menandakan kualitas bahan bakar tersebut justru lebih baik karena kadar airnya lebih rendah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan campuran kelapa sawit 50 persen pada bahan bakar seperti solar mulai diterapkan pada 2025 dalam forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3). Pemerintah kemudian menyebut kebijakan B50 akan berlaku mulai 1 Juli 2026 dan berpotensi menghemat subsidi hingga Rp48 triliun serta mengurangi penggunaan BBM fosil sebanyak 4 juta kiloliter per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Antropolog UI ungkap alasan orang tetap ingin terlihat mapan saat berhemat. Konsumsi kini jadi simbol status dan identitas sosial.
Marc Marquez dipastikan absen di MotoGP Prancis dan Catalunya setelah mengalami retak tulang kaki kanan saat sprint race di Le Mans.
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Studi terbaru mengungkap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mengancam keselamatan jemaah haji dengan risiko panas mematikan di Tanah Suci.
Polri menegaskan tak ada tempat bagi judi online di Indonesia usai mengamankan 321 WNA dalam pengungkapan jaringan internasional di Jakarta.
Warga Karangsari Kulonprogo menerima ganti rugi Tol Jogja-YIA hingga Rp7,1 miliar. Total pencairan mencapai Rp85,2 miliar.