Advertisement

Ini Prediksi Awal Puasa 2026 di Amerika hingga Asia

Anshary Madya Sukma
Selasa, 17 Februari 2026 - 16:47 WIB
Maya Herawati
Ini Prediksi Awal Puasa 2026 di Amerika hingga Asia Ramadan - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Prediksi 1 Ramadan 1447 H di berbagai belahan dunia mulai mengemuka menjelang penetapan resmi awal puasa 2026. Sejumlah lembaga keagamaan di Amerika, Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika dan Oceania telah mengumumkan atau memproyeksikan tanggal dimulainya Ramadan berdasarkan metode hisab dan rukyat masing-masing.

Advertisement

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat pada Selasa (17/2/2026) untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah setelah pemantauan posisi hilal di sejumlah wilayah. Sidang tersebut dihadiri pimpinan Kemenag, organisasi masyarakat (ormas) Islam, serta ahli astronomi guna menetapkan awal puasa secara resmi.

Awal Ramadan menjadi penanda dimulainya ibadah puasa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, penentuan 1 Ramadan 1447 H tidak seragam karena masing-masing negara menggunakan pendekatan dan otoritas berbeda dalam menetapkan awal bulan hijriah.

Amerika Utara

Berdasarkan laporan Al Jazeera, penentuan 1 Ramadan 1447 H di Amerika Utara mengikuti keputusan The Fiqh Council of North America (FCNA) dan Islamic Society of North America (ISNA).

Kedua lembaga tersebut secara resmi mengumumkan Ramadan akan dimulai pada 18 Februari 2026 berdasarkan perhitungan astronomi.

Perhitungan FCNA dan ISNA menyatakan bahwa saat matahari terbenam di suatu tempat di bumi, elongasi bulan setidaknya harus mencapai 8 derajat dan bulan berada minimal 5 derajat di atas cakrawala agar dapat terlihat.

Eropa

The European Council for Fatwa and Research (ECFR) atau Dewan Fatwa dan Penelitian Eropa menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2/2026).

ECFR memastikan hilal tidak dapat terlihat, baik dengan mata telanjang maupun melalui teleskop dan instrumen pengamatan pada Selasa (17/2/2026) malam.

Adapun Turki juga telah menetapkan 19 Februari 2026 sebagai hari pertama Ramadan dengan pertimbangan serupa seperti yang digunakan ECFR.

Timur Tengah

Sebagian besar negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, masih melakukan perhitungan astronomis untuk menentukan 1 Ramadan 1447 H. Pengumuman resmi direncanakan disampaikan pada Selasa (17/2/2026) malam.

Jika Mahkamah Agung Saudi menerima kesaksian penampakan hilal pada Selasa malam, maka 1 Ramadan di kawasan tersebut akan jatuh pada Rabu (18/2/2026). Namun, apabila hilal baru terlihat pada Rabu malam, awal Ramadan akan dimulai pada Kamis (19/2/2026).

Asia

Di kawasan Asia, awal Ramadan 2026 diperkirakan mayoritas jatuh pada Kamis (19/2/2026) karena posisi bulan diprediksi terbenam sebelum matahari pada Selasa malam di sejumlah wilayah.

Sementara itu, Singapura telah lebih dahulu mengonfirmasi secara resmi bahwa Ramadan dimulai pada Kamis (19/2/2026).

Afrika dan Oceania

Di Afrika, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai 1 Ramadan 1447 H. Namun, sebagian besar wilayah di benua tersebut diprediksi memulai Ramadan pada Kamis (19/2/2026).

Sementara itu, di kawasan Oceania, melalui Australian National Imams Council, telah ditetapkan bahwa Ramadan akan dimulai pada Kamis (19/2/2026), sehingga mayoritas negara di kawasan tersebut berpotensi memulai ibadah puasa pada tanggal yang sama dengan sejumlah negara di Asia dan Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Puasa, Begini Skema Penyaluran MBG di Gunungkidul

Puasa, Begini Skema Penyaluran MBG di Gunungkidul

Gunungkidul
| Selasa, 17 Februari 2026, 19:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement