Advertisement
Rusia Siap Dukung Bandar Antariksa Biak Indonesia
Ilustrasi Rusia. Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Rusia menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam pembangunan Bandar Antariksa Biak, proyek strategis Indonesia untuk memperkuat kemandirian akses antariksa dan mendorong ekonomi antariksa nasional. Dukungan ini membuka peluang kolaborasi teknologi dan pengalaman peluncuran roket yang telah dimiliki Negeri Beruang Merah.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, kepada RIA Novosti menyampaikan bahwa Rusia siap terlibat apabila Indonesia membutuhkan dukungan teknologi dan pengalaman di bidang keantariksaan. Indonesia sendiri tengah merencanakan pembangunan infrastruktur darat peluncuran antariksa di Pulau Biak, meskipun hingga kini belum difinalisasi dalam keputusan resmi pemerintah.
Advertisement
“Jika mitra tertarik untuk memanfaatkan pengalaman dan teknologi Rusia dalam pelaksanaan proyek semacam itu, kami bersedia berpartisipasi dalam implementasinya atas dasar saling menguntungkan,” kata Tolchenov kepada RIA Novosti.
Ia menegaskan, Indonesia dan Rusia telah lama menjadi mitra dalam eksplorasi antariksa untuk tujuan damai. Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah opsi kerja sama telah dijajaki, termasuk peluncuran satelit ke orbit rendah Bumi.
BACA JUGA
Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmen mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Biak. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bandar Antariksa di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Jumat (19/12/2025), BRIN menyampaikan akan memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat realisasi Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua.
Langkah tersebut ditempuh melalui penyelarasan kebijakan, regulasi, serta kesiapan infrastruktur bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, unsur pertahanan dan keamanan, industri, hingga perguruan tinggi.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa pembangunan Bandar Antariksa merupakan amanah strategis negara untuk memperkuat kemandirian Indonesia dalam mengakses antariksa.
“BRIN sedang memformulasikan regulasi turunan agar setelah pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), penetapan lokasi dan implementasi pembangunan dapat segera dilakukan, termasuk pembukaan lahan BRIN di Biak yang direncanakan mulai tahun 2026,” ujar Arif.
Menurutnya, pembangunan Bandar Antariksa Biak selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam pengembangan ekonomi antariksa, lingkungan antariksa, serta keamanan antariksa. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
BRIN juga berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan Bandar Antariksa Biak berjalan aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Selain memperkuat kemandirian teknologi antariksa Indonesia, proyek ini diproyeksikan mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, menjelaskan pembangunan Bandar Antariksa memiliki dasar hukum yang kuat. Landasan tersebut antara lain Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan 2016–2040, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penguasaan Teknologi Keantariksaan yang menekankan aspek technology safeguard.
“RPP tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa telah menyelesaikan proses harmonisasi dan siap menjadi dasar operasional pembangunan. Selain itu, rencana induk keantariksaan perlu diperbarui hingga 2045 agar sejalan dengan visi pembangunan nasional,” kata Anugerah.
Ia menambahkan, kajian pembangunan Bandar Antariksa di Biak telah dilakukan sejak 1990 dan kini perlu dimutakhirkan sesuai perkembangan teknologi, kebutuhan nasional, serta kondisi lingkungan terkini.
Secara geografis, Pulau Biak memiliki keunggulan karena berada dekat garis khatulistiwa. Kondisi ini memberikan efisiensi energi dan biaya peluncuran roket menuju orbit rendah Bumi (LEO). Di tengah meningkatnya ekonomi antariksa global, peluang Indonesia untuk berperan aktif dalam industri peluncuran dan jasa antariksa semakin terbuka lebar.
“Ekonomi antariksa global diperkirakan mencapai sekitar lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Pembangunan Bandar Antariksa Biak akan memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, hingga penguatan diplomasi antariksa,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Hadapi Persik Hari Ini, PSIM Jogja Belum Pastikan Debut Donny Warmerda
- Pakar Feng Shui Ungkap Karakter Tahun Kuda Api 2026
- Logo HUT ke-271 DIY Resmi Diluncurkan di Malioboro, Ini Maknanya
- Pakar Kesehatan Jiwa Soroti Pemicu Bunuh Diri Remaja
- Daftar Istilah yang Muncul dalam Perseteruan SEAblings dan Knetz
- Dukung MBG, Prabowo Bakal Beri Kapolri Bintang Mahaputera
- 2 ASN Gunungkidul Dipecat karena Perselingkuhan
Advertisement
Advertisement







