Papua Pegunungan Disiapkan Jadi Benteng Hutan Dunia
Papua Pegunungan didorong jadi pelindung hutan tropis dunia dengan 80 persen hutan masih terjaga baik.
ANTARA/HO-Mukhamad Misbakhun
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengingatkan seluruh elit partai politik (parpol) agar bersikap lebih dewasa dalam menyikapi dinamika politik nasional yang berkembang saat ini. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan politik dengan menghindari narasi yang berpotensi memicu ketegangan di masyarakat.
Menurut Misbakhun, kondisi politik yang dinamis menuntut para elit untuk tampil sebagai penyejuk, bukan justru memperkeruh suasana dengan pernyataan yang provokatif. Ia menegaskan bahwa peran partai politik bukan hanya soal kompetisi kekuasaan, tetapi juga menjaga kepentingan bangsa secara lebih luas.
Elite Parpol Jadikan Teladan
“Tugas seluruh elit politik adalah memberi keteladanan, menghadirkan solusi, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik sesaat,” ujarnya di Jakarta, Minggu (21/6/2026)
Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi sikap dari partai politik dalam merespons kebijakan pemerintah. Menurutnya, sikap ambigu atau “dua kaki” hanya akan menimbulkan ketidakjelasan arah politik dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
Misbakhun menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Namun, kritik yang disampaikan harus tetap berada dalam koridor tanggung jawab dan tidak memanaskan situasi.
“Tidak bisa satu pihak mengambil poin dari program pemerintah yang bagus, tetapi mengambil jarak dan mengkritik keras ketika ada program yang bermasalah. Itu tidak elegan,” katanya.
Ia menambahkan, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang tidak mengenal oposisi formal, setiap partai tetap perlu menunjukkan posisi politik yang jelas, apakah berada dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan.
Kedepankan Politik Kebangsaan
Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika geopolitik, Misbakhun meminta agar semua pihak mengedepankan politik kebangsaan. Menurutnya, tantangan nasional saat ini tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan, melainkan membutuhkan kolaborasi dan gagasan dari seluruh kekuatan politik.
“Kita butuh politik yang berwawasan kebangsaan, yang mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan politik praktis,” tegasnya.
Pernyataan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elit politik untuk menjaga ruang publik tetap sehat, stabil, dan produktif dalam mendukung pembangunan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Papua Pegunungan didorong jadi pelindung hutan tropis dunia dengan 80 persen hutan masih terjaga baik.
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.