Advertisement
AS Tetap Dorong Rencana Perdamaian Gaza Meski Ditentang Netanyahu
Lokasi pengungsian warga Gaza - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tetap melanjutkan rencana perdamaian Gaza meskipun mendapat keberatan dari pemimpin otorita Israel Benjamin Netanyahu. Sikap tersebut terungkap dalam laporan Axios yang mengutip pernyataan seorang pejabat senior AS terkait arah kebijakan Washington di Jalur Gaza.
Langkah ini muncul setelah kantor pemimpin otorita Israel menyampaikan bahwa pengumuman susunan Komite Koordinasi Nasional untuk Tata Kelola Jalur Gaza tidak pernah dikoordinasikan dengan Israel dan dinilai bertentangan dengan kebijakan pemerintahannya. Penolakan tersebut tidak mengubah sikap AS dalam menjalankan rencana yang telah disusun.
Advertisement
“Ini agenda kami, bukan agenda Netanyahu. Dalam beberapa bulan terakhir kami berhasil melakukan banyak hal di Gaza yang sebelumnya dianggap mustahil, dan kami akan terus melangkah,” ujar seorang pejabat senior AS kepada Axios.
Sumber Axios menjelaskan, Netanyahu tidak dilibatkan dalam pembahasan komposisi komite karena tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan tersebut. Pejabat AS itu menegaskan bahwa jika Israel menginginkan Amerika Serikat menangani persoalan Gaza, maka pendekatan yang ditempuh harus sejalan dengan kebijakan Washington.
BACA JUGA
“Kami sudah bekerja melampaui keberatannya. Biarkan dia fokus pada Iran dan biarkan kami menangani Gaza. Kami tidak akan berdebat dengannya. Dia akan menjalankan politiknya sendiri dan kami akan terus maju dengan rencana kami. Pada akhirnya, dia tidak bisa benar-benar menentang kami,” kata pejabat tersebut.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang melibatkan sejumlah tokoh internasional. Dewan tersebut beranggotakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump sekaligus investor Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel, yang akan berperan dalam perumusan dan pelaksanaan rencana perdamaian Gaza ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Bripda Rio Dipecat, Diduga Gabung Tentara Bayaran Rusia
- Banjir Kudus, Jumlah Pengungsi Capai 1.822 Jiwa
- Bruno Mars Pecahkan Rekor Jual 2,1 Juta Tiket Sehari
- Harga Cabai Rawit Rp49.850 per Kg, Telur Rp32.100 per Kg
- Bali Jadi Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Korban Serangan AS ke Venezuela Tembus 83 Orang
Advertisement
Advertisement




