Advertisement

Politisi Jerman Usul Boikot Piala Dunia 2026 soal Greenland

Newswire
Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:47 WIB
Sunartono
Politisi Jerman Usul Boikot Piala Dunia 2026 soal Greenland Trofi Piala Dunia. - FIFA

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Wacana boikot Piala Dunia FIFA 2026 mencuat sebagai bentuk protes terhadap klaim Amerika Serikat atas Greenland, setelah seorang politisi Jerman menyebut turnamen tersebut bisa menjadi alat tekanan politik paling ekstrem terhadap Presiden AS Donald Trump.

Juru bicara kebijakan luar negeri partai Kristen Demokrat Jerman CDU/CSU, Jurgen Hardt, menilai boikot ajang sepak bola dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dapat dipertimbangkan sebagai langkah terakhir untuk menyadarkan Washington terkait isu Greenland. Ia menyoroti pentingnya Piala Dunia bagi Trump sebagai simbol prestise global.

Advertisement

Isu ini mendapat sorotan luas di Eropa seiring sikap Trump yang berulang kali menyatakan Greenland perlu dikuasai AS demi kepentingan keamanan nasional, terutama menghadapi pengaruh China dan Rusia di kawasan Arktik. Klaim tersebut ditolak keras oleh Denmark dan otoritas Greenland.

"Memboikot turnamen harus dipertimbangkan hanya sebagai langkah terakhir untuk menyadarkan Presiden Trump terkait isu Greenland," kata juru bicara kebijakan luar negeri partai Kristen demokrat Jerman CDU/CSU, Jurgen Hardt, pada Jumat.

Sebagaimana dikutip laporan koran Bild, jubir partai tersebut menyoroti sikap Trump yang telah memperlihatkan betapa pentingnya Piala Dunia bagi dia.

Laporan media Yordania Roya News pada 10 Januari menyebut ada hampir 17.000 pencinta sepak bola yang membatalkan tiket Piala Dunia mereka menyusul seruan boikot dalam rangka memprotes kebijakan AS.

Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen tersebut, yang pertama kalinya melibatkan 48 tim peserta, akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Sementara itu, AS akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Presiden AS Donald Trump berulang kali menyampaikan bahwa Greenland harus menjadi wilayah AS atas dasar posisinya yang strategis untuk keamanan nasional serta dengan dalih mempertahankan "dunia bebas" dari China dan Rusia.

Otoritas Denmark dan Greenland menegaskan bahwa AS tak boleh mencaplok Greenland dan meminta AS menghormati keutuhan wilayahnya.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953, dan wilayah tersebut mendapat otonomi luas pada 2009 yang mencakup wewenang memerintah dan menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri.

Ketegangan geopolitik seputar Greenland kini merambah ranah olahraga internasional, menjadikan Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang sepak bola, tetapi juga panggung diplomasi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Banyuraden Sleman Raih Peringkat II Kalurahan Terbaik Nasional

Banyuraden Sleman Raih Peringkat II Kalurahan Terbaik Nasional

Sleman
| Sabtu, 17 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems

Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement