Advertisement

Aktivitas Semeru Masih Tinggi, Warga Dilarang Dekati Kawah

Newswire
Kamis, 15 Januari 2026 - 12:57 WIB
Maya Herawati
Aktivitas Semeru Masih Tinggi, Warga Dilarang Dekati Kawah Gunung Semeru. Antara

Advertisement

Harianjogja.com, LUMAJANG—Intensitas aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga) mendorong Badan Geologi kembali menegaskan larangan beraktivitas di zona rawan, menyusul awan panas guguran yang terus berulang hingga jarak 5 kilometer dari puncak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan bahwa aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut ditandai dengan kemunculan awan panas guguran yang berulang, terutama ke sektor tenggara.

“Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan,” kata Lana dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan pemantauan visual dan instrumental, pada Rabu (14/1/2026) teramati dua kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah tenggara.

“Selain itu selama periode 7–14 Januari 2026 awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur serupa, disertai aktivitas guguran material,” tuturnya.

Lana menjelaskan, aktivitas kegempaan Gunung Semeru saat ini didominasi gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan, serta tremor harmonik.

“Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan,” katanya.

Parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) terpantau berfluktuasi dengan simpangan yang besar. Menurut Lana, kondisi tersebut menandakan sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, namun masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.

Pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil. Hal ini diinterpretasikan sebagai tidak adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Semeru.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko,” katanya.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis pukul 06.00–12.00 WIB, aktivitas gunung masih didominasi gempa letusan atau erupsi sebanyak 35 kali, disertai satu kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Kondisi ini menegaskan bahwa status Siaga Gunung Semeru masih relevan, sekaligus memperkuat urgensi kepatuhan masyarakat terhadap seluruh rekomendasi keselamatan.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Warga Sedayu Bantul Dibacok OTK, Korban Alami 21 Jahitan

Warga Sedayu Bantul Dibacok OTK, Korban Alami 21 Jahitan

Bantul
| Kamis, 15 Januari 2026, 11:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement