Advertisement

Bulog Usul Pembelian Beras SPHP Lebih dari Dua Pack

Newswire
Senin, 12 Januari 2026 - 07:07 WIB
Sunartono
Bulog Usul Pembelian Beras SPHP Lebih dari Dua Pack Beras SPHP. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog mengusulkan agar masyarakat dapat membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lebih dari dua pack per orang guna memperluas akses pangan terjangkau sekaligus meningkatkan efektivitas distribusi subsidi pemerintah.

Usulan pelonggaran kuota pembelian tersebut akan diajukan terlebih dahulu kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar kebijakan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.

Advertisement

Kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP). Evaluasi Bulog menunjukkan distribusi beras SPHP sepanjang 2025 belum optimal karena pelaksanaannya terputus-putus dan tidak berlangsung sepanjang tahun.

"Iya, mudah-mudahan [setiap orang bisa beli beras SPHP lebih dari dua pack]. Kita akan ajukan dulu ke Bapanas supaya juga turnover-nya itu juga banyak," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ditemui di sela Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Ia menyampaikan kebijakan pembelian beras SPHP di atas dua pack sebelumnya telah diterapkan di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan seluruh masyarakat.

Rizal menegaskan kebijakan itu disiapkan untuk memperkuat distribusi beras program SPHP, yang mana jumlah realisasi beras subsidi itu sepanjang 2025 mencapai 802.939 ton dari target 1,5 juta ton.

Adapun Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP di tahun 2026 sebanyak 1,5 juta ton yang direncanakan berjalan berkelanjutan sepanjang tahun tanpa terputus seperti pola sebelumnya. Target itu tidak ada perbedaan dari tahun sebelumnya.

Penyaluran SPHP beras dirancang berlangsung dari Januari hingga Desember 2026 agar distribusi lebih stabil, tidak terhenti sementara, serta mampu merespons kebutuhan pasar.

Menurutnya evaluasi menunjukkan distribusi SPHP sebelumnya belum optimal karena pelaksanaan terfragmentasi, sempat berhenti beberapa bulan, sehingga realisasi penyaluran jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

Ke depan, kata Rizal, mekanisme distribusi SPHP tetap sama namun akan dibuat lebih fleksibel, terutama terkait jumlah pembelian per orang agar penyaluran lebih efektif dan merata.

"Penyaluran beras SPHP tahun ini ditargetkan 1,5 juta ton ke depan, yang kami akan laksanakan strateginya sepanjang tahun. Jadi tidak seperti yang lalu terpotong-potong," ujar Rizal.

Dengan strategi distribusi sepanjang tahun dan pelonggaran kuota pembelian, Bulog optimistis penyaluran SPHP beras dapat berjalan maksimal sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Selain beras, Bulog juga menargetkan penyaluran SPHP jagung sebesar 500 ribu ton sebagai bagian dari penguatan stabilisasi harga pakan untuk peternak di dalam negeri.

Penyaluran SPHP dilakukan melalui berbagai kanal distribusi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih, pasar rakyat, ritel modern, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah, guna menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.

Adapun beras SPHP selama ini dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Dengan target penyaluran 1,5 juta ton beras SPHP sepanjang 2026, Bulog optimistis kebijakan ini mampu menjaga stabilitas harga pangan nasional dan memperluas akses beras murah bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jalur Trans Jogja, Tujuan ke Sleman Bantul dan Keliling Tempat Wisata

Jalur Trans Jogja, Tujuan ke Sleman Bantul dan Keliling Tempat Wisata

Jogja
| Senin, 12 Januari 2026, 10:17 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement