Advertisement
Greenland Kecam Wacana Aneksasi AS, Tolak Jadi Warga Amerika
Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Lima pemimpin partai politik di Greenland kompak mengecam klaim Amerika Serikat (AS) atas wilayah mereka. Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat (9/1/2026) malam waktu setempat, mereka menolak keras segala wacana yang mengarah pada kemungkinan Greenland bergabung dengan AS.
Pernyataan itu ditandatangani oleh pimpinan Partai Demokrat, Partai Naleraq, Partai Inuit Ataqatigiit (Community of the People/Komunitas Rakyat), Partai Siumut (Forward/Maju), dan Partai Atassut (Solidarity/Solidaritas).
Advertisement
Para pemimpin partai menegaskan bahwa sikap AS selama ini dianggap merendahkan posisi Greenland. Mereka menolak identitas selain Greenland dan meminta dunia menghormati hak mereka menentukan masa depan sendiri.
“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
BACA JUGA
Mereka menambahkan masa depan Greenland sepenuhnya menjadi hak warga Greenland dan tidak boleh diintervensi negara mana pun.
“Tidak ada negara lain yang dapat ikut campur dalam hal ini,” lanjut mereka.
Respons Atas Pernyataan Trump
Ketegangan ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan majalah The Atlantic pada Minggu lalu, menyebut bahwa AS “sangat membutuhkan” Greenland dan mengklaim pulau itu “dikepung kapal Rusia dan China.”
Pernyataan Trump langsung ditanggapi Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen yang meminta AS berhenti mengancam Greenland—wilayah otonomi Denmark sejak 2009.
Situasi kian memanas setelah Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar peta Greenland berwarna motif bendera AS di X dengan keterangan “SOON/segera.”
Unggahan itu menuai kritik keras dari Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, yang menegaskan Washington harus menghormati keutuhan wilayah Kerajaan Denmark.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen juga menyebut unggahan tersebut tidak menghormati identitas Greenland.
Sekilas Greenland
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953 sebelum resmi menjadi wilayah otonomi penuh pada 2009. Wilayah ini memiliki kewenangan luas dalam mengatur pemerintahan dan kebijakan dalam negeri, sementara Denmark menangani urusan luar negeri dan pertahanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
Advertisement
Goda Pembeli ke Pasar Godean, Bupati Minta Pedagang Jaga Kebersihan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Mi Lethek Jogja Punya Keunggulan untuk Kesehatan, Ini Kata BRIN
Advertisement
Advertisement








