Advertisement
AS Luncurkan 622 Serangan Udara Sepanjang 2025, Ini Targetnya
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang 2025, Amerika Serikat di bawah Donald Trump justru gencar melancarkan serangan militer lintas negara.
Kali terakhir, Amerika Serikat melakukan operasi militernya di Venezuela berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada awal Januari 2026.
Advertisement
Aksi ini menjadi puncak dari deretan operasi militer AS sepanjang 2025, sebuah realitas yang kontras dengan klaim Donald Trump sebagai “presiden perdamaian”.
Al Jazeera mengungkapkan, lembaga pemantau konflik Armed Conflict Location & Event Data (ACLED) mencatat bahwa Washington terlibat dalam 622 serangan udara dan drone di luar negeri sepanjang 2025. Angka ini memicu perdebatan besar karena bertolak belakang dengan janji kampanye Trump untuk mengakhiri keterlibatan AS dalam konflik asing.
BACA JUGA
Berikut adalah rincian operasi militer AS di berbagai belahan dunia selama setahun terakhir:
1. Venezuela dan Karibia: Penangkapan Nicolás Maduro
Eskalasi di Amerika Latin memuncak pada penangkapan Presiden Maduro pada 3 Januari 2026. Sebelumnya, AS mengonfirmasi serangan ke fasilitas dermaga Venezuela yang dituduh sebagai lokasi pemuatan narkoba.
Meskipun diklaim sebagai operasi antinarkotika, Human Rights Watch melaporkan sedikitnya 95 orang tewas dalam serangan di Karibia dan menuding AS melakukan pembunuhan di luar proses hukum (extrajudicial killings).
2. Nigeria: Serangan Udara di Hari Natal
Pada 25 Desember 2025, AS melancarkan serangan udara di Sokoto, Nigeria, dengan target kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Operasi ini disebut sebagai respons atas tekanan kelompok konservatif di AS, meskipun pemerintah Nigeria mengeklaim operasi tersebut telah mendapatkan persetujuan mereka.
3. Somalia: Rekor Serangan Tertinggi
AS mencatatkan sedikitnya 111 serangan udara di Somalia pada 2025 untuk menumpas al-Shabab dan ISIS. Jumlah ini melampaui total serangan gabungan pada era pemerintahan Bush, Obama, dan Biden. Namun, investigasi Drop Site News mengungkap adanya 11 korban sipil, termasuk tujuh anak-anak, dalam serangan di Lower Juba.
4. Suriah: Operasi Balas Dendam
Menyusul tewasnya dua tentara AS di Palmyra, militer AS menyerang 70 lokasi ISIS di Suriah pada 19 Desember 2025. Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara terbuka menyebut operasi ini sebagai “deklarasi balas dendam”.
5. Iran: Serangan ke Fasilitas Nuklir
Pada 22 Juni 2025, AS menggempur tiga fasilitas nuklir utama Iran di Natanz, Isfahan, dan Fordow. Konflik yang berlangsung selama 12 hari tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang masif, yakni lebih dari 1.100 warga Iran dan 28 warga Israel.
6. Yaman: Operasi "Rough Rider"
Sepanjang awal 2025, AS meluncurkan Operation Rough Rider untuk menggempur kelompok Houthi. Serangan ini menghantam infrastruktur penting seperti pelabuhan dan bandara. Kementerian Kesehatan Yaman melaporkan 123 orang tewas, mayoritas adalah warga sipil, sebelum gencatan senjata tercapai pada 6 Mei 2025.
7. Irak: Pelumpuhan Pimpinan ISIS
Di Irak, AS berhasil menewaskan wakil pimpinan ISIS, Abdallah “Abu Khadijah” al-Rifai, dalam serangan di Provinsi Anbar pada 13 Maret 2025. Langkah ini mendapat apresiasi dari Perdana Menteri Irak yang menyebut Al-Rifai sebagai salah satu teroris paling berbahaya.
Sarang Shidore dari Quincy Institute menilai kebijakan militer Trump cenderung bersifat performatif dan didorong oleh kepentingan politik domestik daripada diplomasi jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Senin 5 Januari 2026
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Minggu 4 Januari 2026
- Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
- Taman Pintar Jogja Catat Pendapatan Rp14,45 Miliar di 2025
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Jadwal KA Bandara Jogja Hari Ini, Minggu 4 Januari 2026
- Samsung Tahan Harga Galaxy S26 di AS, Tekan Apple-China
- BMW Banting Harga 30 Model di China, Perang EV Kian Panas
Advertisement
Advertisement



