Advertisement
Hampir 779 Ribu Ternak Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera
Kementan mencatat hampir 779 ribu ternak terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, menjadi dasar pemulihan peternakan. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian mencatat hampir 779 ribu hewan ternak terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak akhir 2025.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pemerintah akan hadir mendampingi peternak terdampak dengan melakukan pendataan menyeluruh sebagai dasar penanganan dan pemulihan pascabencana. Identifikasi dilakukan terhadap seluruh jenis ternak, mulai dari sapi, kambing, hingga unggas, agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
Advertisement
Berdasarkan data sementara Kementan per 31 Desember 2025, ternak unggas menjadi kategori paling terdampak dengan total lebih dari 622 ribu ekor. Sementara itu, ternak sapi dan kerbau tercatat lebih dari 38 ribu ekor, serta kambing dan domba mencapai lebih dari 113 ribu ekor yang tersebar di wilayah terdampak.
Kementerian Pertanian mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak meliputi sapi, kambing, hingga ayam untuk memastikan kebutuhan bantuan sesuai kondisi lapangan, serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah bencana Sumatera terdampak luas.
"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu," kata Sudaryono, Sabtu (3/1/2026).
Ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan, sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.
Adapun berdasarkan data Kementan per 31 Desember 2025, yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu, kementerian itu mencatat 778.922 hewan ternak yang terdampak itu meliputi ternak sapi dan kerbau sebanyak 38.393 ekor dengan sebaran terbesar berada di Aceh mencapai 36.337 ekor, disusul Sumatera Utara 1.641 ekor dan Sumatera Barat 415 ekor.
Untuk ternak kambing dan domba, total terdampak mencapai 113.325 ekor, didominasi Aceh sebanyak 110.159 ekor, Sumatera Utara 3.017 ekor, serta Sumatera Barat 149 ekor.
Kategori ternak unggas menjadi yang paling terdampak dengan total 622.154 ekor, terdiri atas 454.543 ekor di Aceh, 116.885 ekor di Sumatera Utara, dan 50.726 ekor di Sumatera Barat. Kementan juga mencatat ternak babi terdampak sebanyak 5.050 ekor yang seluruhnya berada di wilayah Sumatera Utara, sementara Aceh dan Sumatera Barat tidak melaporkan kasus serupa.
Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang terus diperbarui seiring proses penanganan kedaruratan dan verifikasi lapangan oleh petugas teknis di daerah terdampak.
Kementerian Pertanian menegaskan data ini menjadi dasar penyaluran bantuan, program pemulihan pascabencana, serta langkah strategis untuk memulihkan sektor peternakan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Meski begitu, Kementerian Pertanian belum merinci apakah ternak tersebut mati, hilang, atau selamat, karena pendataan masih berlangsung dan difokuskan mendukung penanganan darurat serta perencanaan pemulihan pascabencana.
Kementerian Pertanian memastikan data ternak terdampak bencana di Sumatera akan terus diperbarui sebagai dasar penyaluran bantuan dan pemulihan sektor peternakan nasional pascabencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Korban Tewas Bencana di Sumatera Capai 1.177 Orang
- Pelatih Semen Padang Kritik Keras Wasit Seusai Kalah dari PSIM
- Guru SMK Muhammadiyah Kretek Dibekali Public Speaking
- 80 Tahun Jogja Ibu Kota RI, Eko Suwanto Ajak Warga Cinta Tanah Air
- Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun di Hambalang
- Pemkab Kulonprogo Lantik 25 Kepsek Baru
- Parlinka Project Amikom Edukasi Pola Asuh Positif Orang Tua Remaja
Advertisement
Advertisement




