Motor Koperasi Desa di Wonogiri Nyungsep, Dandim: Dugaan Rem Blong
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Foto ilustrasi bibit siklon. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Bakung meski sistem tersebut bergerak menjauhi wilayah Indonesia, seiring peningkatan intensitas siklon di Samudra Hindia barat daya Lampung sejak Jumat (12/12/2025).
BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung Siklon Tropis Bakung yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis BMKG per Sabtu (13/12/2025) pukul 13.00 WIB, Siklon Tropis Bakung terpantau memiliki kecepatan angin maksimum 45 knot atau sekitar 83 kilometer per jam dengan tekanan minimum sistem mencapai 996 hPa.
“Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Bakung diprediksi meningkat intensitasnya dalam 24 jam ke depan menjadi kategori 2 dengan pergerakan ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam akun Instagram @infobmkg.
Dalam pernyataan resmi pada Jumat (12/12/2025) malam, BMKG menjelaskan bahwa dampak tidak langsung Siklon Tropis Bakung terhadap Indonesia meliputi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Selain itu, BMKG juga mencatat potensi angin kencang di wilayah Bengkulu serta gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25–2,5 meter di Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, serta Selat Sunda bagian selatan akibat pengaruh Siklon Tropis Bakung.
BMKG turut meminta masyarakat mewaspadai perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang masih terpantau di Samudra Hindia sebelah selatan Bali–Nusa Tenggara, tepatnya di sekitar 12,0° Lintang Selatan dan 115,8° Bujur Timur. Bibit siklon tersebut terdeteksi sejak Kamis (11/12/2025) pukul 07.00 WIB.
Hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan Bibit Siklon Tropis 93S diprediksi bergerak perlahan ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan dalam periode 24 hingga 72 jam ke depan masih memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Meski peluang pembentukan siklon relatif kecil, Bibit Siklon Tropis 93S tetap berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang serta gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara yang perlu diantisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)