Advertisement
Bahlil Laporkan PNBP ESDM dan Lifting Migas ke Prabowo
Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan capaian PNBP sektor ESDM, perkembangan lifting migas, serta kesiapan peresmian RDMP Kalimantan Timur dalam pertemuan khusus dengan Presiden Prabowo.
Bahlil mengaku dirinya dipanggil oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan terbatas, tanpa didampingi menteri lainnya.
Advertisement
"Saya [dipanggil] sendiri. Khusus urusan kerjaan saja," kata Bahlil menjawab soal pertemuannya dengan Presiden Prabowo kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Ia mengaku pertemuannya dengan Prabowo untuk melaporkan realisasi PNBP dari target APBN 2025, serta lifting migas menjelang akhir tahun.
BACA JUGA
Bahlil juga melaporkan rencana peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur untuk swasembada energi.
"Saya juga melaporkan tentang rencana peresmian RDMP di Kalimantan Timur yang kalau itu diresmikan, maka Insya Allah 2026 kita sudah mencapai swasembada di bidang energi solar dan avtur. Ini yang kita lagi rencanakan ke depan," kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan pemanggilan ke Istana merupakan bagian dari mekanisme pelaporan rutin kepada Presiden.
“Saya sendiri. Saya kan sebagai pembantu Bapak Presiden. Sebagai pembantu Presiden, setiap dipanggil harus siap untuk melaporkan apa-apa yang menjadi tugas KPI [Key Performance Indicator] dan atau perintah lain dari Bapak Presiden kepada menteri,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) per 10 November 2025 mencapai Rp200,66 triliun atau 78,74 persen dari target sebesar Rp254,83 triliun, meskipun saat ini beberapa harga komoditas mengalami penurunan, seperti komoditas batu bara.
Target PNBP yang termaktub di dalam APBN 2025 sebesar Rp254,83 triliun bisa tercapai. Bahlil optimistis target PNBP dapat tercapai, meskipun saat ini harga komoditas mengalami penurunan, seperti turunnya harga komoditas batu bara, komoditas mineral, serta asumsi harga minyak yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan asumsi makro di APBN 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Target IKA 2026 Belum Aman, DLH Sleman Soroti E. coli
- Messi Batal, F1 Terancam Akibat Konflik Timur Tengah
- Hujan Es Guyur Semin 10 Menit, Puluhan Rumah Rusak
- Operasi Pasar di Kulonprogo 12 Hari Jelang Lebaran
- Pengusaha Gunungkidul Diminta Bayar THR Tepat Waktu
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026
- Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Rabu 4 Maret 2026, Cek Lokasi Terdampak
Advertisement
Advertisement








